Pertumbuhan angkatan kerja, dinegara atau kota manapun di dunia, persoalan ketenagakerjaan khususnya yang berkaitan dengan pertumbuhan angkatan kerja dan ketersediaan lapangan kerja, merupakan pekerjaan panjang yang tidak akan pernah selesai. Patah tumbuh hilang berganti, terserap satu datang seribu. Sangat tidak seimbang. Daftar pencari kerja dan angka pengangguran terus bertambah panjang dan telah menjadi pekerjaan rumah (PR) para pemimpin negeri, baik presiden, gubernur, walikota, bupati termasuk Kota Bandung, mencarikan solusi penanganannya.
Hingga akhir Oktober 2008, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung mencatat, terdapat tidak kurang 174.000 pencari kerja menganggur tapi yang terserap baru 1.600 orang. Angkatan kerja penganggur ini, kemungkinan bertambah karena telah ada sejumlah perusahaan, menyatakan kolep dan siap bahkan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Disnaker memprediksi, dengan pertumbuhan angkatan kerja 20 persen setahun, penganggur di Kota Bandung akan menjadi 200.000 lebih.
Untuk menangani persoalan tenaga kerja penganggur, Pemkot Bandung melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM), Dinas Koperasi UKM dan Industri Perdagangan (Diskopindag), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Dinas Sosial dan Disnaker, telah menyelenggarakan pelatihan-pelatihan ketrampilan.
”Kami Disnaker kerjasama dengan pengusaha swasta, PT Nikatsu mengembangkan program magang selama 2 bulan. Juga dengan Adira Motor melalui subsidi programnya, akan menyelenggarakan pelatihan gratis. Lulusan nantinya mendapat sertifikat dan kesempatan untuk bekerja di Adira Motor asalkan bersedia ditempatkan diseluruh wilayah Indonesia. Untuk yang berminat bekerja di bidang otomotif ini, bisa datang ke Disnaker Jalan Martanegara,” kata Kepala Disnaker Kota Bandung, Ir Hj Hibarni Andamdewi MSi, disela kegiatan Bursa Kerja Disnaker, di pusat perbelanjaan elektronika Be Mall Jalan Naripan Bandung, Rabu (5/11/08). Dihadiri Wali Kota Bandung, H. Dada Rosada SH, MSi.
Bursa tenaga kerja dilaksanakan 5 s.d 6 Nopember, mulai Pukul 09.00 s.d 17.00. Diikuti 32 perusahaan yang sedang mencari lebih kurang 2.500 tenaga kerja. Diantaranya, Hotel Mitra, Persaels, PT Multi Plus, PT BCA, PT Primarindo Asia Infrastruktur Tbk. PT Panasia PT Rajawali Hiyoto, Bank Internasional Indonesia (BII), Bank HSBC, Danamon, PT Arta Boga Cemerlang. PT Naga Mas Mitra Abadi, PT Nuansa Cerah Informatsi, PT Dewa Suteratex, Tribun Jabar.
”Kegiatan bursa tenaga kerja tidak saja dilakukan Disnaker. Dalam bulan Oktober ini, kita juga telah menyelenggarakan bursa tenaga kerja yang dilakukan event organiser. Kami juga kerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan ketrampilan untuk standarisasi sehingga setiap tenaga kerja mendapatkan sertifikasi sesuai keahlian,” tuturnya.
Lebih lanjut Hibarni mengemukakan, pelatihan khususnya yang dilakukan SKPD di lingklungan Pemkot Bandung, sekarang telah terkoordinir agar pelatihan sesuai standar kerja perusahaan yang memberikan lowongan kerja. Bukan asal memberikan pelatihan, tapi pelatihan yang menjurus kearah skill sehingga pengusaha tidak usah melatih kembali.
Wali kota Bandung, H Dada Rosada mengemukakan, hendaknya para pencari kerja tidak terlalu memilih-milih pekerjaan. Ushakan diri mempunyai ketrampilan yang dibutuhkan pangsa pasar tenaga kerja. ”Saya minta kepada para pencari kerja, terima kesempatan kerja yang ada dan jangan terlalu memilih-milih. Terima dan usaha apa saja yang bisa dilakukan karena kebutuhan hidup tidak bisa dibendung,” ujarnya.
Dada juga mengingatkan, agar pencari kerja waspada jika ada perusahaan yang meminta sejumlah uang dengan iming-iming pekerjaan yang menjanjikan. Menurutnya, perusahaan atau pengusaha pastinya membutuhkan pegawai yang memiliki ketrampilan, sehat, baik dan punya kemampuan. Jadi kalau ada perusahaan minta uang, hati-hati , bohong itu penipuan, ” ujarnya.
Meski tenaga kerja yang terserap hanya 1600 orang, namun dirinya yakin jumlah ini bisa lebih karena banyak juga yang tidak lapor ke Disnaker. Namun Pemkot Bandung akan terus berupaya melalui pemantapan 7 program prioritas pembangunannnya, termasuk program-program pelatihan di masing SKPD, mengembangkan ekonomi kerakyatan dengan membantu permodalan usaha kecil menengah, baik melalui Bawaku Makmur maupun program kemitraan dengan BUMN, BUMD danPerbankan.
Wali kota juga menyampaikan apresiatifnya kepada perusahaan yang masih eksis dan tegar dalam usahanya. Untuk itu ia berpesan kepada, pencari kerja, setelah menjadi pegawai, turut menjaganya dengan tidak berbuat yang merugikan perusahaan, seperti melakukan demo atau tindakan yang akan merugikan semua phak baik pekerja maupun pengusaha. ”Jika ada permasalahan, selesaikan secara musyawarah,” ujarnya.
Untuk melayanai pencari kerja, Disnaker membuka Kios Bursa Tenaga Kerja, 1 X 24 jam di kompleks Balai Latihan Kerja (BLK) Jalan Gatot Subroto Bandung. Kedepan Pemkot juga akan berupaya, untuk memiliki BLK sendiri karena sampai ini masih gabung ke BLK milik Departemen Tenaga Kerja.
Sabtu, 18 Mei 2013
21:45:51
Statistik Pengunjung
Online: 226
Total: 8.944.587