Sumber BMKG
Ba -
du, g Huja- Ri ° C
"Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kota Bandung"

Walikota Bandung Bersyukur Masyarakat Mulai Menerima Rencana Pembangunan PLTSa

Rabu, 13 Juni 2007, Sumber Disinkom, dibaca: 26.470 kali

Walikota Bandung H Dada Rosada SH MSi, menyatakan bersyukur karena masyarakat Kota Bandung nampaknya sudah mulai menerima rencana Pembangunan Pabrik Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), selain itu, sebuah media cetak memberitakan bahwa Menteri Negara Lingkungan Hidup telah menyetujui rencana Pembangunan PLTSa tersebut, " Judulnya, Meneg LH menyetujui PLTSa. Alhamdulillah. Kalau toh juga ada satu dua yang masih  menanyakan tentang PLTSa ini kita secara bertahap akan menjawab. Kita juga akan melakukan upaya-upaya sosialisasi sebagaimana yang diminta masyarakat, yang dilaksanakan oleh Tim, didampingi oleh ITB dan PT Brill," kata Walikota, saat menerima kunjungan IPPR International Engineering Corporation dari China, Selasa (12/6) di Ruang Tengah.

            Oleh karena itu, Walikota berencana akan mengundang Presiden, beberapa menteri, bupati walikota sejawa barat, walikota/bupati yang berminat untuk melakukan PLTSa  diantaranya, Walikota Surabaya, Denpasar dan Medan. Kita juga berbahagia, karena saat pertemuan menghadiri undangan DPR RI, hadir Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, yang juga menyatakan langkah-langkah yang dilakukan Pemkot  berkaitan dengan PLTSa. "Kalau yang dibangun di Bojong gagal, semoga kita tidak gagal. karena jika jadi dibangun di Bandung, yang jelas akan menjadi nomor satu di Indonesia. Karena ini pilihan terbaik, terakhir dan permanen, dan sangat menyelamatkan dari musibah yang bisa dan akan terjadi," tegas Walikota.

            Dengan hanya membutuhkan tanah seluas 20 hektar, masing-masing 5 hektar untuk pabrik, 5 hektar ruang terbuka hijau, 10 hektar untuk hutan kota, kata Walikota, PLTSa  merupakan konsep  yang sangat ideal untuk menyelamatkan lingkungan. Dan mengingat Bandung tidak bisa lagi untuk sanitary landfill dan open dumping karena tidak ada lagi lahan, begitu pula dengan menggunakan insenerator dan 3R. "Sehingga tidak ada pilihan lain hanya masuk kepada pembangunan ini. Mudah-mudahan seluruh warga sudah mendukung, kecuali ada satu dua yang masih mempertanyakan dan masyarakat luar yang tidak setuju," tambahnya.

            Selanjutnya, dalam pertemuan yang dihadiri Sekretaris Daerah Kota Bandung, Tim FS ITB, PT Brill, unsur Muspida Kota Bandung beserta sejumlah pejabat publik, Presiden IPPR International Engineering Corporation, Mr Chen memaparkan company profile perusahaan tersebut. Di antaranya sejumlah proyek pembangunan yang telah dan sedang ditangani perusahaan tersebut baik di sejumlah kota di RRC maupun di negara lain, diantaranya Pabrik Waste to Energy (WTE) terbaru di Taiyun, RRC.  IPPR International Engineering Corporation merupakan salah satu dari dua calon vendor yang akan ditunjuk PT Brill dalam pelaksanaan proyek PLTSa tersebut.

            Dalam kesempatan tersebut, pihak IPPR mengusulkan dilakukan perubahan kapasitas dari 500 ton/hari menjadi 700 ton/hari, setelah sebelumnya melihat tingginya volume sampah Kota Bandung diantaranya yang terdapat di sungai-sungai, sehingga volume sampah warga Kota Bandung dinilai mampu mencapai kapasitas tersebut. "Bahkan kalau dihitung dengan jumlah penduduk yang mencapai 2 juta jiwa lebih, produksi sampah bisa mencapai 1.500 ton perhari," tambah Yoseph.

            Pihak IPPR juga meyakinkanWalikota dan seluruh yang hadir bahwa dalam perencanaan WTE tersebut, pihaknya senantiasa memperhatikan tiga hal penting, yaitu polusi suara, gas buang dan limbah. Untuk permasalahan polusi suara atau kebisingan, akan disesuaikan dengan standar RRC yang cukup ketat, sehingga suara yang ditimbulkan pabrik akan lebih kecil dibandingkan suara di jalan tol. Sedangkan pada gas buang, akan menerapkan standar RRC dimana lebih kecil dibandingkan standar Indonesia, diantaranya kadar dioxin dan SO2.

            Sementara itu, sejumlah warga yang turut hadir meminta Pemerintah Kota khususnya tim sosialisasi untuk bekerja lebih maksimal. Diantaranya dengan memberikan informasi segera lengkap dan tidak sepotong-sepotong. Selain itu, warga lainnya, Ikhsan, mempertanyakan jaminan apa yang diberikan kepada warga jika dalam perjalanannya terjadi kecerobohan sehingga mengancam keselamatan masyarakat sekitar PLTSa.

            Menjawab pertanyaan tersebut, Joseph menjelaskan bahwa faktor kecerobohan manusia sangat minim. Melihat pengalaman di sejumlah negara, ia mengaku tetap optimis kecerobohan sangat kecil terjadi, "Apalagi kita bekerja dengan cara elektrolik, semua sudah diatur baik baku mutu, emisi, dan lainnya dalam pengawasan yang sangat ketat," tambah Joseph.  

            Menanggapi hal tersebut, Cece Padmadinata, salah seorang tokoh  masyarakat menilai adalah wajar jika di kalangan masyarakat masih timbul keraguan dan sejumlah pertanyaan tentang pelaksanaan PLTSa tersebut. Namun ia meyakinkan, bahwa segala sesuatu yang baru dilakukan biasanya sulit untuk dilakukan, yang dia istilahkan all begining are difficult. Termasuk juga adanya  keresahan masyarakat yang mempertanyakan jaminan keselamatan selama proyek berlangsung, "Pengalaman kenyataan di sana (di China, red)  jadi pengetahuan bagi kita. Jadi hal yang wajar, kalau ada pertanyaan seperti itu. Selama ini kan kita mengolah sampah dengan cara tradisional, kemudian akan diubah menjadi high technology. Akibatnya, ada semacam culture shock. Karena itu, udah-mudahan setelah pertemuan ini akan timbul pemahaman yang sama, lalu bersama-sama sebagai masyarakat Kota Bandung untuk bersikap dewasa," ujar Cece.

Jumat, 25 Juli 2014
10:38:43

Statistik Pengunjung
Online: 133
Total: 14.268.297

Kabar Bandung

  • Gedung Padepokan Seni Mayang Sunda dapat dipergunakan untuk latihan, diskusi, saresehan, work shop, pertunjukan, dll. terbuka untuk masyarakat luas.
  • Gedung Padepokan Seni Mayang Sunda pada tahun 2013, akan menyelenggarakan pertunjukan aneka seni budaya setiap Malam Minggu, ( 36 kali pertunjukan, 5 kali seminar pembinaan latihan seni tradisional ketuk tilu), bagi yang berminat dapat bergabung mengikuti latihan di Gedung Padepokan Seni Mayang Sunda.
  • Pelayanan Pengaduan Masyarakat Kota Bandung bisa melalui telepon (022) 423 4793 atau melalui email diskominfo@bandung.go.id
  • Pemerintah Kota Bandung bekerjasama dengan DKM Masjid Al-Ukhuwah, melaksanakan pembinaan Rohani untuk seluruh Karyawan dan Karyawati Pemkot Bandung, rutin dilaksanakan setiap hari Rabu mulai pukul 07.30 - 09.00 WIB.

Downloads