Komunitas Hong, Dewa Permainan Tradisional di Bandung

Keberadaan aneka permainan tradisional saat ini seolah mulai tergerus oleh perkembangan zaman dengan hadirnya permaianan-permainan modern.

CJ-00261 Jumat, 14 Juni 2024 14:40
anak anak sedang bermain permainan tradisional bersama komunitas hong
anak anak sedang bermain permainan tradisional bersama komunitas hong

Keberadaan aneka permainan tradisional saat ini seolah mulai tergerus oleh perkembangan zaman dengan hadirnya permaianan-permainan modern. Misalnya anak-anak zaman sekarang lebih paham dan mengerti cara bermain smarthphone ataupun tablet, ketimbang permaianan tradisional lain dari kayu atau bambu.

Komunitas Hong yang menjadi surganya permainan-permainan tradisional di Kota Bandung, Jawa Barat. Di tempat ini setidaknya ada 240 jenis permainan tradisional dikumpulkan dari seluruh wilayah Jawa Barat. Sebut saja seperti perepet engkol. Egrang, congklak, kelereng, boy-boyan dan lainnya. 

Permainan tradisional di komunitas ini rupanya tak hanya berasal dari wilayah Jawa Barat saja, tetapi uga dari awa Tengah dan Jawa Timur yang umlah sekitar 213 enis permainan serta dari Lampung yang jumlahnya 50 permainan, jika dikalkulasikan ada sekitar 2.500 jenis permainan dari seluruh Indonesia.

Komunitas Hong didirikan pada tahun 2003 dan melakukan penelitian mainan sejak tahun 1996. Komunitas mainan rakyat ini bertekad melestarikan mainan dan permainan rakyat. Komunitas ini terdiri dari 150 anggota yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat. Tingkatan usia dari mulai usia 6 tahun sampai usia 90 tahun.

Kelompok anak adalah pelaku dalam permainan. Sedangkan untuk anggota dewasa adalah sebagai narasumber dan pembuat mainan. Komunitas Hong berusaha menggali dan merekonstruksi mainan rakyat, baik itu dari tradisi lisan atau tulisan. Komunitas mainan rakyat ini juga berusaha memperkenalkan mainan rakyat dengan tujuan menanamkan pola pendidikan agar seorang anak mengenal dirinya, lingkungannya, dan Tuhannya.

Komunitas ini memiliki tempat di Jalan Bukit Pakar Utara No.26, Ciburial, Kecamatan Cimenyan. Disana komunitas memiliki pakarangan ulin (pekarangan bermain) yang bisa digunakan pengunjung untuk bermain sambal belajar.