Jadi Saksi Sejarah KAA, Begini Asal-usul Jalan Asia Afrika Bandung

Inilah sejarah dan asal-usul Jalan Asia Afrika Kota Bandung yang menjadi saksi bisu peristiwa bersejarah Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955.

CJ-00169 Rabu, 10 Juli 2024 16:27
Jalan Asia Afrika, Kota Bandung
Jalan Asia Afrika, Kota Bandung

BANDUNG,- Jalan Asia Afrika di Kota Bandung menjadi saksi bisu peristiwa bersejarah Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955. Jalan Asia Afrika sendiri sudah dari zaman Belanda menjadi jalan utama di Bandung.

 

Kekinian, jalan ini menjadi spot favorit wisatawan untuk berfoto, dan kadang digunakan untuk prawedding. Hal itu karena jalan ini menghadirkan nuansa wisata tempo dulu dengan kehadiran bangunan-bangunan Art Deco yang klasik.

 

Jalan Asia Afrika merupakan ruas protokol tertua di Kota Bandung yang dibangun pada masa pemerintahan Daendels.

 

Jalan yang membentang ini juga bukti terbentuknya kerja pribumi dalam membuat Jalan Anyer-Panarukan sejauh 1.000 km.

 

Jalan ini sebelumnya dikenal dengan nama Groote Postweg atau Jalan Raya Pos karena adanya Gedung Raya Pos atau Kantor Pos Besar Belanda yang masih berfungsi hingga saat ini.

 

Setelah selesainya masa kolonial Belanda, jalan ini dikenal sebagai Jalan Raja Timur.

Kemudian pada tahun 1955, peristiwa sejarah kembali terjadi di jalan ini. Penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika (KAA) pada tanggal 18 April sampai 24 April 1955 resmi mengubah nama jalan ini menjadi Jalan Asia Afrika.

 

Jalan Asia Afrika juga dikenal sebagai titik 0 kilometer, menjadi awal pusat perkembangan kota kembang.

Kini, jalan ini menjadi tempat wisata favorit wisatawan karena suasananya yang indah dan rapi, salah satunya terdapat spot JPO dengan quote yang diambil dari M.A.W Brouwer yaitu, "Bumi Pasundan Lahir Ketika Tuhan Sedang Tersenyum" yang menggambarkan keindahan kota Bandung.

 

Itulah asal-usul nama Jalan Asia Afrika yang menjadi saksi bisu peristiwa bersejarah Konferensi Asia Afrika (KAA) di Kota Bandung.***