Lain-Lain

Bandung Go Green Kecamatan Lengkong

<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman;

Sysadmin Sabtu, 13 Agustus 2016 09:35
Bandung Go Green Kecamatan Lengkong
Bandung Go Green Kecamatan Lengkong

Penghijauan kota melalui penanaman pohon, hemat menabung air melalui pembuatan sumur resapan, sebagai bagian dari  gerakan membangun dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup, bagi Kota Bandung adalah harga mati dan tidak mungkin ditawar-tawar lagi. Tanpa ada penanaman pohon, pembuatan sumur resapan, jangan harap permohonan pembangunan infrastruktur gedung kantor, bangunan komersial maupun tempat tinggal, akan keluar ijinnya. Lebih dari itu, jangan harap wali kota hadir diundang tanpa ada kegiatan tanam pohon, lepas burung dan pembuatan sumur resapan.

“Saya harapkan kegiatan ini bukan hanya sekedar seremonial, pohon yang ditanam bukan hanya yang simbolis saja, tapi benar-benar nyata sesuai yang dilaporkan. Saya tidak mau lagi dibohongi karena bagi Kota Bandung, peningkatan kualitas hidup merupakan kebutuhan mendesak,” tandas Wali Kota Bandung, H Dada Rosada SH, MSi  dalam acara Go Green aksi penanaman pohon, pelepasan burung dan pembuatan sumur resapan, bertempat di lapang Pusat Kesenjataan Kaveleri (Pusenkav), Jalan Gatot Subroto Kecamatan Lengkong Bandung, Rabu (24/12/08).

Acara ditandai penanaman pohon sekitar lokasi oleh Wali Kota Bandung, Dandim 0618/BS, Letkol TIN (art) Dwi Jati Utomo, Wakil Komandan Pusenkav, Kolonel TNI, Purwadi, Camat dan para Lurah, komunitas pelajar dan masyarakat. Pendistribusian pohon kepada pelajar untuk ditanan disekolahnya masing-masing, pelepasan 150 satwa burung kecil aneka jenis (kutilang, jogjog, manyar, jalak sutera).

Target 5 tahun kedepan, dikatakan wali kota, setiap tahun di Kota Bandung harus tertanam  sedikitnya 200.000 pohon yang harus hidup. “Saya apresiatif kepada yang telah peduli. Sementara untuk kebutuhan tanaman, saat ini tidak sulit. Kita telah menerima sumbangan 150.000 bibit tanaman dari asosiasi gabungan petani perkebunan Jawa Barat. Kita akan akan tanan di Pasir Impun, Cicabe dan di bantaran kali,” ujarnya. 

Ketua pelaksana, Ir H Nurhusein Nadjib menuturkan, dirinya sangat apresiatif tergadap arahan wali kota, menginginkan penyelenggaraan Go Green Kecamatan Lengkong, terintegrasi  antara penanaman pohon dengan pelepasan burung dan pembuatan sumur resapan. Dirinya baru menyadari, jika pohon, burung dan air memiliki siklus hubungan yang sangat erat untuk bisa berkontribusi pada kesejahteraan manusia.

Terkait gerakan pembangunan lingkungan hidup, dikatakannya, Kecamatan Lengkong  memiliki program unggulan yang disebut catur karsa program lingkungan hidup, yaitu penataan kawasan Burangrang, pepeling penduduk pecinta lingkungan, kelompok masyarakat penghijauan (Kemas Hijau), dan gerakan pengembangan kanan kiri sungai (Gerbang Kakisu).

“Go Green yang diselenggarakan hari ini adalah program pepeling penduduk pecinta lingkungan. Berkat dukungan banyak pihak, dalam sebulan terkumpul 5.804 pohon terdiri dari 5 jenis tanaman pelindung dan 2 jenis tanaman produktif. Sebagian sudah kami distribusikan.

Menanggapi pernyataan Komite Penanggulangan AIDS Nasional yang mempertanyakan sekaligus meminta pertanggungjawaban terkait penutupan Saritem yang dinilai melanggar kimitmen bersama yang telah disepakati.  Wali kota menuturkan, dirinya tidak tahu persis bahkan lupa, dirinya atau Wali Kota Bandung yang mana yang pernah menanda tanngani MoU dengan KPAN, untuk menyebarkan kondom di lokalisasi pelacuran dalam rangka penanggulangan atau mencegah AIDS. Jadi kira-kira, silahkan berhubungan dengan pelacur asalkan pakai kondom.

“Untuk menanggapi pernyataan KPAN ini, kenapa Saritem ditutup sehingga kondom tidak dapat dibagi-bagikan di lokalisasi. Saya belum bisa berkomentar karena masih lupa-lupa ingat. Jadi tolong para pimpinan ormas Islam untuk menjawabnya. Tapi kita tidak bisa berdiam diri, tidak peduli atau tidak berupaya dan menyatakan perang terhadap narkoba dan HIV/AIDS tapi juga tidak bisa membiarkan lokalisasi, karena ini sangat berkaitan.

 

KEPALA BADAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

 

BULGAN ALAMIN