Walikota

Kriya Pesona Bandung 2007, Pengrajin Jangan Jadi Pengusaha Merpati atau Proposal

Industri kerajinan Kota Bandung, selain memiliki potensi yang cukup besar, juga memiliki cita rasa dan kualitas yang terjaga. Produk-produk khas daerah ini kede

Sysadmin Sabtu, 13 Agustus 2016 09:33
Kriya Pesona Bandung 2007, Pengrajin Jangan Jadi Pengusaha Merpati atau Proposal
Kriya Pesona Bandung 2007, Pengrajin Jangan Jadi Pengusaha Merpati atau Proposal

Industri kerajinan Kota Bandung, selain memiliki potensi yang cukup besar, juga memiliki cita rasa dan kualitas yang terjaga. Produk-produk khas daerah ini kedepan,  diharapkan akan semakin memiliki daya saing tinggi dan keunggulan yang komparatif, tidak saja di pasarsan regional tapi juga mampu berkompetisi di tingkat nasional maupun internasinal.

Hal ini disampaikan Walikota Bandung, H. Dada Rosada SH, M.Si dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Ekbang dan Kesra, Drs. Ir. H. Taufik Rachman MH, dalam acara Pameran Kriya Pesona Bandung Tahun 2007, Selasa (3/7/07), di Graha Manggala Siliwangi Jalan Aceh Bandung. Dihadiri Ketua Dekranasda Jawa Barat, Hj. Dani Setiawan, Ketua Dekranasda Kota Bandung, Hj. Nani Dada Rosada, perwakilan kedutaan Filipina, Chili dan atase perdagangan Italia.

Agar produk-produk kerajinan ini memiliki nilai jual tinggi, menurut walikota, para pengrajin tentunya harus berupaya menjadi pengrajin yang sejati dan mandiri. Yaitu pengrajin yang mampu terus menggali dan mengembangkan kreatifitas dan inovasi-inovasi baru serta tidak terlalu bergantung pada salah satu pihak. Sebaliknya, jangan berfikir untuk menjadi pengrajin merpati yang hanya bergumul dengan proposal, atau pengrajin padati yang hanya bisa maju jika ada bantuan atau stimulan.

â€Kegiatan pameran seperti ini, kami nilai sebagai media evaluasi dan alat ukur produk-produk kerajinan khas Kota Bandung, baik secara kualitas, kreatifitas maupun perkembangan keberadaan pengrajin. -- Jadikan acara ini sebagai kegiatan yang bersifat permanen dan menjadi agenda tahunan Dekranasdaâ€, ungkap walikota.

Kriya Pesona Bandung, dikatakan Ketua Dekranasda Kota Bandung, merupakan salah satu upaya untuk mendorong usaha kerajinan di Kota Bandung. Para pengusaha ini,  umumnya masih bersifat home industri, bahkan kebanyakan adalah para pengusaha ekonomi mikro, kecil, menengah dan koperasi. Mereka ini banyak terpinggirkan  bahkan kurang mendapat kesempatan untuk tampil di pusat-pusat perdagangan, mall maupun supermarket.

 â€Pameran Kriya Pesona ini, berlangsung sampai 6 Juli 2007. menampilkan berbagai produk unggulan, diantaranya souvenir, accesories, ceramic, furniture, fashion, interior dan pernak-pernik. Termasuk talkshow, life musik, dance, fashion show dan temu bisnisâ€, kata Nani.  

Sebagaimana tahun 2006, pertama kali diadakan, dikatakan Nani, pameran kali ini diikuti sebanyak 70 peserta, padahal peminat yang ingin ikut ada 400 pengrajin. â€Tapi karena keterbatasan ruang, kami terpaksa membatasi dan melakukan seleksi peserta. – Tentunya  diprioritaskan produk-prodek yang memiliki keunggulan kualitas dan prospek  untuk terus dikembangkanâ€, kata Hj. Nani. Karena dengan cara ini, menurutnya, pengrajin terpacu menampilkan kreasi baru, unik, berkualitas, serta mampu memberikan warna baru bagi perkembangan dunia kerajinan di Kota Bandung.

Dalam pengembangan industri kerajinan, Ketua Dekranasda Jabar, Hj. Dani setiawan menilai, Kota Bandung memiliki keunggulan kompetititif dan komparatif dibandingkan dengan daerah lain di Jawa barat. â€Ini dikarenakan, Kota Bandung memiliki SDM pengrajin, seniman dan budayawan yang handal, selain juga memiliki pertguruan tinggi dan lembaga penelitian sebagai mitra konsultasi yang sangat atraktifâ€, katanya.

Dirinya percaya, bila keunggulan tersebut dapat dikelola dengan sebaikbaiknya, kota kebanggaan Jawa Barat ini, akanmampu menjadi pusat keungulan dan barometer produk industri kerajinan di Jawa barat.(www.bandung.go.id)