Pemda

Sekda Kota Bandung Lepas Persib U 23

Komitmen Walikota memajukan olahraga disemua cabang termasuk sepakbola khususnya Persib Bandung, diharapkan mampu menciptakan prestasi optimal. Keberhasilan pem

Sysadmin Sabtu, 13 Agustus 2016 09:33
Sekda Kota Bandung Lepas Persib U 23
Sekda Kota Bandung Lepas Persib U 23

Komitmen Walikota memajukan olahraga disemua cabang termasuk sepakbola khususnya Persib Bandung, diharapkan mampu menciptakan prestasi optimal. Keberhasilan pembangunan diberbagai bidang, solah-olah dirasakan kecil artinya manakala Persib mengalami kekalahan dan prestasinya terpuruk. Semua berduka, tidak hanya warga Bandung tapi juga sebagian warga Jawa Barat, karena Persib sudah menjadi miliknya warga Jawa Barat.

Momentum olahraga ternyata membangkitkan emosi, memunculkan rasa fanatisme daerah dan nasionalisme yang tinggi. Bahkan bagi pemain, memotivasi bagkit nya semangat pantang menyerah, tidak takut siapapun lawan yang dihadapi, meski kalah teknis dan beda pengalaman.

â€Mudah-mudahan Persib Under 23 Tahun ini mampu mencetak prestasi gemilang. Jika tahun 2006 lalu menjadi runner up, tahun ini kita harapkan mampu meraih terbaik satuâ€, harap Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, DR. H. Edi Siswadi, MSi. selaku Ketua Harian Persib ketika melepas Persib Bandung U 23 Th, di Plaza Balaikota Jalan Wastukancana Bandung, Kamis (19/07/07).

Lebih lanjut dikatakan Edi, untuk meraih prestasi, para pemain muda harus senantiasa memperhatikan disiplin, loyalitas, komitmen yang kuat untuk membela Persib atau tim manapun. Karena ketika sepakbola sudah menjadi pilihan, itu adalah totalitas dan kesungguhan untuk memberikan yang terbaik. â€Dimainkam atau tidak dimainkan,  jangan menjadi sebuah persoalan.  -- Tapi harus menunjukan keseriusan, karena itu bagian dari strategi. -- Jaga kekompakan dengan tim, jangan gara-gara tidak dimainkan, berulah yang merugikan karier masing-masingâ€, tandas Edi.

Karena menurutnya, ketika sudah tidak ada disiplin, tidak ada loyalitas dan komitmennya menurun untuk melakukan tanggungjawabnya secara benar, saat itu pula ia sudah kehilangan legitimasi dan kepercayaan dari masyarakat. â€Jika ia seorang aparatur atau pejabat, maka ia secara formal tidak layak menjadi pemegang posisi dimanapun ia berada. -- Sekali lagi, tanggungjawab, kimitmen dan loyalitas, adalah segalanya untuk menunjukan bahwa ia mampu menjalankan amanah yang dibebankanâ€, ungkap Sekda.

Kondisi sepakbola nasional meski dikatakan profesional, namun menurutnya belumlah sepenuhnya bisa dijadikan industri yang bisa memanfaatkan pangsa pasar. Bisa berjalannya karena masih ada ketergantungan sumber pendanaan dari APBD. â€Kita tahu APBD tahun sekarang masih toleransi, tapi pada 2008 nanti, untuk membiayai kegiatan olehraga yang bersifat profesional sudah tidak bisa lagi†ucapnya.

Pengelolaam sepakbola profesional ke depan, menurutnya, harus dicarikan solusi alternatif. Bagaimana merestrukturisasi kelembagaan, bagaimana mereposisi konsep olahraga yang dikembangkan menjadi sebuah industri, tanpa harus ada ketergantungan kepada birokrasi. â€Reposisi pengurus diserahkan kepada para pengusaha. -- Tapi di tengah keterpurukan ekonomi, kita sendiri masih kebingungan untuk mencari pengusaha yang sanggup membiayai sepenuhnya, pembiayaan Persib sampai puluhan milyarâ€, ungkapnya.

Meskipun Persib ke depan masih dipersimpangan jalan, bagaimana pembinaan dan kelanjutan kompetisi, namun berdasarkan pengalaman, selalu saja ada solusinya. Karenanya, Edi minta para pemain muda Persib, tidaklah perlu berkecil hati. Karena ketika ada sebuah prestasi, masyarakat akan menuntut pemerintah untuk mencari solusi alternatif.

â€Dukungan pendanaan memang tidak boleh dalam bentuk bantuan, hibah ataupun bantuan sosial, kemungkinan jalan tengahnya boleh dan masih bisa diberikan, tapi stelselnya adalah pendekatan kinerja. – Artinya dikelola oleh suatu unit kerja. Dan kita sedang merancang sebuah kelembagaan, badan atau kantor yang membidangi olahraga termasuk Persib dan kegiatan kepemudaanâ€, papar Edi.

Manager Persib U 23, H. Jaja Sutardja, SH. mengemukakan, jumlah personil yang akan berangkat ke Kota Bogor sebanyak 40 orang, terdiri 25 pemain, 3 pelatih dan 12 orang offcial. Semua pemain dalam kondisi siap tempur dan bertekad meraih prestasi terbaik, menjadi juara dan memboyong Piala PSSI.

Di putaran pertama yang berlangsung mulai 20 s.d 30 Juli, Persib berada di Grup D bersama-sama tim lainnya, yaitu Persikab Bandung, PSB Bogor dan Perserang Kabupaten Serang. â€Persiapan kami ya sudah cukup maksimal, anak-anak pun saat ini dalam kondisi siap tempur. – Bahkan sesuai harapan dan arahan pak Sekda selaku Ketua Harian Persib, anak-anak siap berjuang sebagai maung yang siap menerkan lawan-lawannya, bukan sebagai maung ompong.  Namun juga tidak menanggap enteng siapapun lawan yang dihadapi. – Do’a kan saja kita menjadi juara dan bisa memboyong piala PSSI â€, kata Jaja.  (www.bandung.go.id)