Perda

Kawasan Nagreg Penuhi Syarat untuk TPA Sampah

Kawasan Nagreg dinyatakan memenuhi syarat untuk dijadikan tempat pengelolaan sampah bagi Kota Bandung dan Kota Cimahi. Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Bandung,

Sysadmin Sabtu, 13 Agustus 2016 09:31
Kawasan Nagreg Penuhi Syarat untuk TPA Sampah
Kawasan Nagreg Penuhi Syarat untuk TPA Sampah

Kawasan Nagreg dinyatakan memenuhi syarat untuk dijadikan tempat pengelolaan sampah bagi Kota Bandung dan Kota Cimahi. Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Bandung, Yadi Srimulyadi kepada wartawan usai menghadiri Rapat Paripurna Khusus DPRD dan pelantikan anggota DPRD Jabar di Ruang Sidang DPRD Jabar, Jln. Diponegoro Bandung, Selasa (9/5).
Menurut Yadi, ia diminta Gubernur Jabar, Danny Setiawan untuk mencari lokasi yang cocok untuk tempat pengelolaan sampah atau tempat pembuangan akhir (TPA) sampah bagi dua wilayah tersebut, termasuk Kabupaten Bandung. "Saya sudah mengecek langsung ke daerah Nagreg, saya kira kawasan tersebut memenuhi syarat untuk lokasi pembuangan sampah," tambahnya.
Selain memenuhi syarat, masyarakat di wilayah Nagreg pun tidak menolak sebagian wilayahnya dijadikan tempat pengolahan sampah. Jika ada itikad, baik dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) kawasan Nagreg dijadikan tempat pengolahan sampah, tinggal menindaklanjuti.
"Saya kira, untuk lokasi tersebut tinggal ditindaklanjuti oleh Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar, jika keduanya mempunyai itikad baik ke arah sana," paparnya.
Dikatakan Yadi, untuk kondisi darurat seperti sekarang, kemungkinan lokasi di Nagreg ini masih bisa menggunakan sistem open dumping (ditumpuk terbuka) atau tradisional. Namun lanjut Yadi, sebaiknya Pemkot Bandung, Pemkot Cimahi, dan Pemprov Jabar mencari teknologi yang tepat bagi pengelolaan sampah di Nagreg, termasuk menggunakan listrik yang merupakan teknologi modern.
Sebab, teknologi pengelolaan sampah yang modern dengan menggunakan tenaga listrik untuk menghasilkan pupuk diperlukan waktu satu sampai dua tahun. "Pengelolaan sampah menggunakan teknologi modern butuh waktu lama maka untuk sementara pengelolaan sampah di Nagreg ini mungkin masih tradisional," tambahnya.
Mengenai belum ditemukan formula yang tepat tentang pengelolaan sampah di tiga kota itu, Yadi mengungkapkan, hal tersebut merupakan kebijakan masing-masing kepala daerah. Tetapi yang penting, tegas Yadi, Kabupaten Bandung telah menyiapkan lokasi untuk dijadikan TPA sampah.
"Kabupaten Bandung siap menampung sampah dari dua kota tersebut dan kami telah mempersiapkan lokasinya," tambahnya.

Satu visi

Sebelumnya, Wakil Gubernur (Wagub) Jabar, Nu'man A. Hakim berharap, ketiga pemerintah daerah yang dilanda permasalahan sampah ini bisa menyatukan visinya dalam mengelola sampah.
"Sementara ini kami membiarkan masing-masing pemerintah daerah berunding mengenai pengelolaan sampah karena masing-masing mempunyai program dan teknologi sendiri-sendiri. Sepertinya mereka telah terikat dengan korporasi," paparnya.
Setelah ada perundingan yang dilakukan ketiga pemerintah daerah ini, lanjut wagub, diharapkan mereka mau kembali ke program Provinsi Jabar, yakni menyatukan kesamaan visi dan misi dalam mengolah sampah dalam sebuah korporasi. Jika sudah dalam satu visi, ungkap wagub, gubernur bisa membantu mereka (memberi subsidi), seperti dalam tipingpi atau pembiayaan pengelolaan sampahnya.
"Namun saat ini mereka berbeda-beda dalam pengelolaan sampah, seperti lokasi dan caranya yang berbeda. Kalau ada perbedaan ini, gubernur bisa membantu di sisi mana?" ungkap wagub seraya menambahkan, jika bersatu, satu lokasi, satu teknologi dan tipingpinya, itu enak membantunya.
Nu'man menjanjikan, jika ada kesepakatan tentang pengelolaan sampah dari ketiga wilayah ini, gubernur pasti ikut. Bahkan, lanjutnya, gubernur telah memintanya memfasilitasi ketiga daerah ini untuk secepatnya menyelesaikan masalah pengelolaan sampah ini.