Pemda

Peringatan Harkop Tahun 2007 Tk Kota Bandung.

Keberadaan gerakan koperasi baik secara kuantitas maupun kualitas, merupakan salah satu indikator yang ikut menentukan tercapainya laju pertumbuhan ekonomi (LPE

Sysadmin Sabtu, 13 Agustus 2016 09:33
Peringatan Harkop Tahun 2007 Tk Kota Bandung.
Peringatan Harkop Tahun 2007 Tk Kota Bandung.

Keberadaan gerakan koperasi baik secara kuantitas maupun kualitas, merupakan salah satu indikator yang ikut menentukan tercapainya laju pertumbuhan ekonomi (LPE) 11 % di Tahun 2008.

â€Dengan tercapainya LPE 11 % ini, akan memberikan dampak yang sangat berarti dalam peningkatan kesejahteraan, penuntasan kemiskinan dan penyerapan tenaga kerjaâ€, kata Kepala Dinas Koperasi, Ir Hj. R Hibarni Andam Dewi dalam acara peringatan ke 60 Hari Koperasi Tahun 2007 tingkat Kota Bandung, di Plaza Monumen Tegallega, Jalan Oto Iskandardinata Bandung, Kamis (09/08/07). Dihadiri Sekretaris daerah (Sekda), DR H. Edi Siswadi, M.Si, Dandim 0618/BS, Ketua MUI, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), sejumlah pejabat publik, pengurus dan anggota gerakan koperasi di Kota Bandung.

Acara ditandai pemberian penghargaan kepada sejumlah koperasi berprestasi terbaik I, diantaranya Koperasi Guru dan Pegawai SMP Negeri 7, Koperasi Warga Guru Kecamatan Regol, Koperasi Primkopad Pusenif, Promkopol Pusdikmin KSU Kelurahan Kebon Lega â€KPBKâ€, KSP Sekar Arum dan Kopma Universitas Parahyangan.

Selain itu, dilakukan pula penandatanganan MoU bantuan kredit modal usaha Program Kemitraan Bina Lingkuingan (PKBL) PT Bio Farma sebesar Rp. 47.500.000,-- kepada 2 koperasi dan 2 UKM.  yaitu Koperasi Pedagang Pasar Basalamah, Koperasi Sumber Bahagia, UKM Haris Mandiri dan UKM Mitra Setia.  

Bantuan kredit sebesar Rp. 22.500.0000,-- juga diberikan PKBL PT Bank Jabar kepada pengrajin tas dan kulit, Rukmana serta pengusaha kerupuk, Sarifudin.

Hibarni mengemukakan,  maksud dan tujuan diselenggarakannya peringatan ini,  adalah sebagai langkah evaluasi perkembangan, etos kerja yang telah dilakukan koperasi dalam aktifitasnya setiap tahun. Sekaligus menggelorakan semangat memajukan gerakan koperasi baik dikalangan pembina maupun masyarakat. Diantaranya melalui kegiatan penilaian koperasi berprestasi tk Kota Bandung, temu usaha kontak bisnis KUKM, bhakti sosial pengobatan gratis, khitanan massal, pemberian bea siswa, cerdas cermat koperasi dan pameran kuliner.

 Terkait perkembangan koperasi, Hibarni menyebutkan, saat ini di Kota Bandung terdapat 2.184 koperasi dengan jumlah anggota 2.243. Sedangkan volume usahanya mencapai lebih dari Rp. 2,549 Trilyun lebih dengan modal sendiri Rp. 1,39 trilyun.

â€Prestasi ini menjadikan Kota Bandung, di Tahun 2007 sekarang, mendapat penghargaan  sebagai Kota Koperasi dari Pemerintah Pusat. -- Penghargaan akan diserahkan dalam waktu dekat, rencananya akan diserahkan langsung Presiden RI pada acara peringatan ke 62 hari Proklamasi  Kemerdekaan RIâ€, kata Hibarni.

Faktor pendorong keberhasilan  Kota Bandung ini, dikatakan Hibarni, karena peran Pemkot Bandung terhadap pemberdayaan koperasi, alokasi APBD untuk koperasi, dukungan prasarana dan sarana fisik dari institusi intansi yang menangani koperasi, formasi penempatan pembina koperasi, peran masyarakat serta pertumbuhan dan perkembanagan koperasi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, DR H. Edi Siswadi, M.Si  mengemukakan, menjadikan gerakan koperasi sebagai pilar ekonomi nasional, sangatlah diperlukan dukungan SDM  koperasi yang handal, pengelolaan manajemen yang profesional, peluang bisnis dan marketing yang sama di berbagai usaha. Tidak kalah pentingnya, adalah dukungan modal yang memadai, termasuk peran kalangan perbankan maupun BUMD/BUMD dalam menyediakan kradit.

Salah satu hambatan bagi KUKM mengembangkan usaha, menurut Sekda, manakala membutuhkan suntikan dana penguatan modal usaha, selalu terbentur berbagai persyaratan administratif perijinan. Sementara banyak KUKM,  tidak memiliki Surat Ijin Usaha Perdagangan, Surat Ijin Tempat Usaha, Ijin Gangguan ataupun Surat Ijin Mendirikan Bangunan. â€Semua orang mengetahui, mengurus perijinan itu mahal, -- karenanya perlu dibantu oleh dinas fungsional, baik itu Dinas Koperasi, Disindag maupun dinas terkait lainnya. --  Jika perlu untuk usaha KUKM digratiskanâ€, kata Sekda yang direspon tepukan yang hadir.

Selain masalah perijinan, peran kalangan perbankan maupun BUMN/BUMD sangat dibutuhkan terutama dalam kemudahan pemberian bantuan, karena yang pinjam adalah kelompok pengusaha bermodal lemah.

Sementara itu, Walikota Bandung H Dada Rosada SH, Msi dalam sambutan tertulisnya mengemukakan, meskipun pertumbuhan kelembagaan maupun keanggotaan koperasi cukup menggembirakan, namun ada sejumlah hal yang tidak boleh diabaikan. Menurutnya, untuk bisa tetap eksis, koperasi harus terus berusaha mengembangkan berbagai model pembinaan yang dinamis. Lebih dari itu, KUKM juga harus mampu menciptakan imajinasi dan kreatifitas produk, karena jika tidak, produk KUKM tidak akan memiliki daya saing yang tinggi. (www.bandung.go.id).