Pemda

Acara Karnaval Terpaksa Dimajukan

PROSESI seni Ringkang Sauyunan, yang memadukan akar seni tradisi Jawa Barat, mengawali iring-iringan kendaraan hias dan karnaval seni budaya Jawa Barat. Acara t

Sysadmin Sabtu, 13 Agustus 2016 09:33
Acara Karnaval Terpaksa Dimajukan
Acara Karnaval Terpaksa Dimajukan

PROSESI seni Ringkang Sauyunan, yang memadukan akar seni tradisi Jawa Barat, mengawali iring-iringan kendaraan hias dan karnaval seni budaya Jawa Barat. Acara tersebut digelar untuk memeriahkan HUT ke-62 Proklamasi KemerdekaanRI yang diselenggagarakan Pemprov Jabar

Meski merupakan jam kerja dan sekolah, kegiatan arak-arakan pada Rabu (15/8) tersebut disambut antusiasme masyarakat Kota Bandung. Masyarakat tampak memadati ruas Jln. Diponegoro, depan Gedung Sate sejak pukul 7.30 WIB, satu jam sebelum kegiatan dimulai.

Prosesi seni ini merupakan hasil karya cipta Wahyu Roche, S.Sn. dengan penata tari Taufik Hidayat, S.Sn. dan Agus Kandiyawan, S.Sn., yang menggambarkan keanekaragaman seni budaya Jawa Barat. Prosesi seni ini pun mengusung sebuah lagu berjudul â€Sauyunan†hasil karya cipta dan karsa Gubernur Jabar, Danny Setiawan.

Atraksi seni bela diri debus, dengan mempertunjukkan orang yang kebal ditusuk senjata tajam dan mengupas kelapa dengan gigi, banyak dipertontonkan oleh sejumlah daerah. â€Sepertinya kegiatan kali ini tidak jauh dengan ajang unjuk kedigjayaan antardaerah, hampir setiap daerah punya seni bela diri debus,†ujar Nuraini (43), seorang pegawai di lingkungan kantor Pos dan Giro.

Acara bertajuk â€Pawai Pembangunan, Kendaraan Hias, Kirab Merah Putih, dan Karnaval Seni Budayaâ€, yang dibuka Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan serta dihadiri unsur Muspida Jabar serta tamu undangan, sempat dibuat kaget dengan atraksi seni debus yang dilakukan di depan panggung kehormatan dan tenda undangan. Penampilan dari Kab. Sukabumi dengan Pakujajar ti Gunung Parang, di mana seorang jawaranya melakukan atraksi berbahaya menyayat lehernya dengan golok dan mengeluarkan darah.

â€Saya sempat kaget, juga Bapak Gubernur, bahkan tamu dari Korea Selatan dan tamu lainnya. Karena biasanya pertunjukan debus tidak sampai mengeluarkan darah, tapi ternyata jawara yang tadi menyembelih sendiri tidak apa-apa dan ternyata bagian dari atraksi,†ujar Kadisbudpar Jabar, Drs. H.I. Budhyana, M.Si., mengomentari atraksi debus yang sempat mengundang jerit kaum wanita.

Aksi yang tidak kalah membuat ngeri para penonton juga dilakukan jawara dari Kab. Kuningan, yang memasak mi di atas kepala dan membaluri tubuh dengan minyak panas. Mereka mendekati penonton dan mengajak penonton untuk turut terlibat dalam atraksi.

Tampil dalam urutan helaran kesenian, Kab. Subang dengan seni khasnya â€Sisingaanâ€, diikuti Kota Banjar, Kota Sukabumi, Kab. Purwakarta, KotaBandung, Kab. Majalengka, Kota Bekasi, KotaBogor, Kab. Sukabumi, Kab. Sumedang, Kab. Tasikmalaya, Kab. Indramayu, dan Kab. Bogor.

**

Usai helaran kesenian, giliran kendaraan hias sejumlah dinas di lingkungan Pemprov Jabar, termasuk sejumlah badan usaha milik daerah (BUMD), para pengusaha, dan perusahaan strategis di Jabar menyusuri Kota Bandung.

Rute yang dilalui pawai kendaraan hias mulai dari Jln. Diponegoro - Supratman-A. Yani - Asia Afrika -Pasirkaliki - Cipaganti -Setiabudhi - Dipati Ukur, dan berakhir di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat.

Sejumlah pekerja maupun warga yang sekitar ruas jalan yang tengah melakukan aktivitas sangat menyayangkan kegiatan digelar pada hari kerja. â€Mungkin kalau dilaksanakan pas hari libur atau hari Minggu (19/8) nanti, banyak masyarakat yang turut menikmati,†ujar Andi, pegawai di Pemkot Bandung.

Alasan penyelenggaraan dilaksanakan tidak pada hari libur, menurut Kadisbudpar Budhyana, karena kegiatan ditujukan untuk menyambut HUT ke-62 RI. Namun, karena tanggal 17 Agustus bertepatan dengan hari Jumat yang waktunya sangat pendek, kegiatan itu dimajukan. (Retno HY/Feby S./â€PRâ€)***