Pemda

MTQ Bukan Sekedar Ajang Apresiasi Santri Binaan

Musabaqoh Tilawatil Qur’an, sebagai ajang apresiasi para santri binaan, mahir dalam membaca, menghafal dan menafsirkan isi kandungan Al Qur’an, di

Sysadmin Sabtu, 13 Agustus 2016 09:33
MTQ Bukan Sekedar Ajang Apresiasi Santri Binaan
MTQ Bukan Sekedar Ajang Apresiasi Santri Binaan

Musabaqoh Tilawatil Qur’an, sebagai ajang apresiasi para santri binaan, mahir dalam membaca, menghafal dan menafsirkan isi kandungan Al Qur’an, diharapkan akan semakin meningkatkan kecintaan umat Islam terhadap Al Qur’an sekaligus dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini dikemukakan Wali Kota Bandung, H. Dada Rosada, SH, M.Si ketika membuka resmi kegiatan ke 40 MTQ Tingkat Kota Bandung Tahun 2007 sekaligus membuka pesantren kilat Ramadhan 1428 H, di Pondok Pesantren Margasari Cijawura Kecamatan Buah Batu, Senin (3/09/07). Dihadiri jajaran unsur Muspida, sejumlah anggota DPRD, Kepala Kandepag, para pejabat publik, para ulama dan santri serta undangan lainnya.

Lebih lanjut dikatakan wali kota, masa depan Kota Bandung yang maju dan agamis, secara konkrit haruslah dicapai dengan penciptaan karya perilaku manusia atas dasar nilai-nilai luhur yang terkandung didalam agama. â€Dalam kehidupan umat Islam misalnya, Al-Qur’anulkarim jelas menjadi sumber tuntutan yang mutlak, karena tidak ada satupun fase kehidupan yang tidak diatur dalam Al-Qur’an, -- dengan kata lain Al-Qur’an memilliki aktualitas yang sangat tinggi serta universal’†ucapnya.

Wali Kota juga mengharapkan, MTQ ini akan menjadi syiar Agama Islam yang  membumikan prilaku serta prestasi masyarakat yang Qur’ani guna mewujudkan tatanan kehidupan Kota Bandung yang maju dan agamis melalui implementasi visi Kota Bandung sebagai kota jasa yang Bermartabat.

Dalam peningkatkan derajat  kehidupan masyarakat kota melalui wujud pembangunan, dikatakannya, Pemkot Bandung mendudukan agama sebagai landasan dan bingkai, dengan harapan kemajuan fisik materal masyarakat  memiliki kontruksi moral yang kokoh sebagaimana yang diaktualisasikan dalam visi pembangunan bidang agama, Bandung sebagai Kota Agamis Tahun 2008.

Menurutnya, ikhtiar ini tentu saja harus dibarengi dengan semakin maraknya aktivitas keagamaan yang berdimensi syiar dan ukhuwah Islamiyah seperti yang dilaksanakan saat ini â€Saya percaya MTQ ini tidak sekedar dijadikan ajang lomba yang bersifat rutin saja, melainkan harus mampu melahirkan tradisi hidup yang Qur’ani, sehingga Kota Bandung memiliiki kinerja yang benar-benar optimal diwarnai dengan nilai-nilai agama,†katanya. Terlebih Kota Bandung menyandang gelar juara umum MTQ ke-29 Tingkat Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan Kabupaten Cirebon beberapa waktu yang lalu. Sehingga Kota Bandung menanggung konsekuensi harus dapat mengaktualisasikan prestasi bidang keagamaan tersebut dalam berbagai dimensi kehidupan, jangan sampai jerih payah yang dilakukan selama hampir 20 tahun ini tidak menorehkan semangat perubahan apapun bagi masyarakat Bandung.

â€Kita harus bercermin dari perjalanan prestasi qori dan qori’ah Kota Bandung ketika Tahun 1986 menjadi juara umum pada MTQ di Kabupaten Garut. Kita mengalami pasang surut, sampai akhirnya pada tahun 2006 menduduki peringkat ke-2 pada MTQ di Kota Bekasi dengan nilai 91,†kata wali kota mengingatkan.

Wali kota bersyukur, pada MTQ ke-29 di Kabupaten Cirebon, Kafilah Kota Bandung mengumpulkan nilai 113 dan mampu meraih juara umum. â€Ini adalah fakta, pengembangan Tilawatil Quran di Kota Bandung mengalami kemajuan-kemajuan yang pesat,†ucapnya.

Terhadap prestasi tersebut, menurutnya, haruslah disikapinya dengan meningkatkan pola pembinaan dan kaderisasi, baik  secara formal oleh lembaga pengembangan tilawatil Qur’an maupun madrasah, pondok pesantren dan taman pendidikan Al-Qur’an. â€Ini sebagai modal untuk mengikuti MTQ ke depan di tingkat Jawa Barat, yang diperkirakan akan dilaksanakan April 2008. -- Minimal kita dapat mempertahankan bahkan lebih ditingkatkan.  Karenanya pembinaan harus dilakukan mulai dari sekarang dan tidak bisa  ditunda-tunda,†kata wali kota. Sekaligus mengharapkan, MTQ 2008 dapat diselenggarakan di Kota Bandung.

Sementara itu Ketua MTQ ke-40 Tingkat Kota Bandung Tahun 2007 Ir. Drs. H.Taufiq  Rahman,M.Si dalam laporannya mengatakan bahwa dilaksanakan MTQ ini merupakan syiar Islam sebagai wahana apresiasi yang telah dibina di MTQ tingkat kecamatan yang bermuara untuk tingkat kota, dari tingkat Kota Bandung untuk mewakili MTQ tingkat Jawa Barat. Pelaksanaan MTQ yang biasanya dilakukan di pusat kota, mulai tahun ini akan dilaksanakan di kecamatan.

MTQ tingkat Kota Bandung ini, melombakan 9 cabang, diantaranya:  Musabaqoh Murotal Quran (MMQ), Musabqah Hifdzil Quran (MHQ), Tafsir, Sab’ah. Diikuti 721 peserta utusan dari 30 kecamatan, dengan dewan hakim 97 orang. Dilaksanakan 3 s.d 7 September 2007 tersebar di 4 tempat. Yaitu di Pontren Masgasari-Cijawura, Aula Kelurahan Margasari, Aula Kelurahan Manjah Lega dan Kelurahan Cijawura. (www.bandung.go.id)