Pemda

Penyimpangan Tumbuh Kembang Anak Harus Dapat Di Deteksi Sejak Dini

Anak-anak adalah generasi penerus penentu masa depan bangsa. Kualitas generasi penerus tergantung kepada kualitas tumbuh kembang terutama pada masa Balita. Peny

Sysadmin Sabtu, 13 Agustus 2016 09:33
Penyimpangan Tumbuh Kembang Anak Harus Dapat Di Deteksi Sejak Dini
Penyimpangan Tumbuh Kembang Anak Harus Dapat Di Deteksi Sejak Dini

Anak-anak adalah generasi penerus penentu masa depan bangsa. Kualitas generasi penerus tergantung kepada kualitas tumbuh kembang terutama pada masa Balita. Penyimpangan tumbuh kembang pada anak harus dapat dideteksi sejak dini, terutama sebelum anak berumur 3 tahun supaya segar dapat diintervensi. Karena jika  penangananmya terlambat, akibatnya penyimpangan yang terjadi akan semakin sukar diperbaiki.

Hal tersebut dikatakan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahateraan Keluarga (TP-PKK) Kota Bandung, Hj. Nani Dada Rosada,  Senin (10/9) pada acara “Launching Pelaksanaan Program Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Tumbuh Kembang Balita Terpadu Kota bandung tahun 2007 di Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina Jalan Pasteur Bandung.

Dalam implementasinya kata Hj. Nani, -- anak-anak tidak hanya perlu dipantau pertumbuhan fisik seperti berat badan dan tinggi badannya saja. Tetapi juga perkembangan otak dan kecerdasannya, -- yang antara lain dapat dilihat dari perkembangan motorik halus, motorik kasar dan lainnya.

â€Namun, hal ini masih sedikit dipahami masyarakat. Baik oleh orang tua, kader mau pun pemerhati anak. Bahkan petugas pelaksana kesehatan  yang memberikan pelayanan kesehatan bagi Balita di lapangan pun belum semua melaksanakan pemantauan perkembangan otak dan kecerdasan anak bermasalah,â€kata Hj. Nani, seraya menyebutkan seperti anak autis, heperaktif yang sering diartikan anak nakal.

Dikatakan, tuntutan pada era globalisasi sekarang ini dalam mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas,  diperlukan peran serta berbagai pihak dalam melakkan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Dikatakan Hj. Nani, Selama ini Posyandu merupakan fasilitas terdekat di masyarakat yang melakukan pemantauan pertumbuhan Balita dengan pembinaan dari Puskesmas. Bahkan sebagian Posyandu mulai melaksanakan pemantauan perkembangan akan yang dipadukan dengan program pendidikan anak usia dini (PAUD), dan bina keluarga Balita (BKB).

â€Namun sangat disadari adanya berbagai keterbatasan. Sebagian besar Posyandu delum dapat melkasanakan hal tersebut. Sehingga perlu berbagai upaya untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan kader dan petugas kesehatan di  lapangan yang ditunjang dengan ketersedian fasilitas pelaksanaan,â€katanya.

Untuk meningkatkan pengetahuan pemahaman dan kesadaran masyarakat, -- kata Hj. Nani, -- perlu berbagai upaya penyebaran informasi kepada masyarakat tentang pentingnya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak. Khususnya pada anak Balita.

â€Agar masyarakat mempunyai kesadaran yang tinggi untuk membawa anaknya ke Posyandu atau fasilitas kesehatan lainnya. Dalam hal ini peran media tentunya sangat diperlukan,â€ucap Hj. Nani lagi.

Dijelaskan, keterpaduan pelaksanan program stimulasi, deteksi dan intervensi tumbuh kembang Balita menjadi kunci keberhasilan program. â€Berarti seluruh faslitas yang berhubungan dengan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak harus berjalan seirama mulai dari tingkat Posyandu, Puskesmas dan Rumas Sakit sebagai rujukan,â€kata Hj. Nani.

Drg. Mira mewakili Dirut RSIA Herminah mengemukakan, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita merupakan salah satu indikator standar pelayanan minimal yang harus dilaksanakan setiap Kabupaten dan kota sesuai ketetapan Dept kesehatan.

Menurutnya, upaya ini telah dilakaukan di beberapa sarana kesehatan baik pemerintah maupun swasta. Agar program ini terjangkau masyarakat khususnya para orangtua balita, menurutnya, dibutuhkan suatu kerjasama yang berkesinambungan di kalangan pelaksana program, yakni Dinas Kesehatan sebagai leading sektor untuk memfasilitasinya melalui Posyandu, Puskesmas dan rumahsakit sebagai fasilitas rujukan.

Mira menuturkan, Agustus 2007 telah dilaksankan pelatihan tentang deteksi dini dengan peserta para petugas kesehatan dari Puskesmas, kader Posyandu dan personil rumahsakit pemerintahupun swasta. Diharapkan tercipta kesamaan persepsi tentang program tumbuh kembang anak.

Selain di RSIA Herminah, di Kota Bandung saat ini, disebutkannya, telah didirikan Pusat Informasi Tumbuh Kembang Balita di 11 rumahsakit lainnya yang merupakan hasil kerjasama anatar Diskes Koata Bandung dengan PT Sari Husada. â€dengan adanya pusat informasi ini, diharapkan sosialisasi pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak dapat semakin luas menyebar di kalangan masyarakat.†tuturnya. (www.bandung.go.id)