Pemda

Warga Pasirjati Ujungberung Jangan Merasa Minder Belum Mampu Kejar Kemajuan

Dalam konteks pengembangan kawasan Timur Kota Bandung, khususnya wilayah Ujungberung sebagai pusat pengembangan  seni budaya  termasuk rencana pembangunan kaw

Sysadmin Sabtu, 13 Agustus 2016 09:33
Warga Pasirjati Ujungberung Jangan Merasa Minder Belum Mampu Kejar Kemajuan
Warga Pasirjati Ujungberung Jangan Merasa Minder Belum Mampu Kejar Kemajuan

Dalam konteks pengembangan kawasan Timur Kota Bandung, khususnya wilayah Ujungberung sebagai pusat pengembangan  seni budaya  termasuk rencana pembangunan kawasan wisata di wilayah ini, Kelurahan Pasirjati Kecamatan Ujungberung haruslah menjadi bagian dari pelaku sekaligus penyangga tumbuh kembangnya seni budaya termasuk optimalisasi agro wisatanya.

Hal ini dikatakan Walikota Bandung, H Dada Rosada SH, Msi dalam acara â€mieling†2 tahun Kelurahan Pasirjati, bertempat di Halaman Masjid Komplek Pesantren Baiturrahman Ujungberung Bandung, (11/09/07). Ditandai pemberian kadeudeuh oleh wali kota kepada 13 anak khitan, 24 paket sembako kepada kaum dhuafa dan penanaman pohon jambu di halaman masjid pontren setempat.

Lebih lanjut dikatakan wali kota, secara faktual, Kel Pasirjati memiliki potensi alam dan lingkungan hidup serta seni dan budaya yang besar untuk digali dan dikembangkan, apalagi karakteristik masyarakatnya sangat kental dengan budaya gotongroyong. Sehingga tidak ada alasan kelurahan ini menyebut sebagai kelurahan disisi kota saeutik (diskotik) atau â€anak bawang†. â€Semua kelurahan di Kota Bandung diperlakukan sama. Yang membedakan, hanyalan kesungguhan masyarakatnya dalam mengubah keadaan,â€, ujarnya.

Warga Pasirjati, dikatakan wali kota, tidak perlu merasa minder atau rumasa can sawawa ngudag kemajuan. â€Tembongkeun yen urang leber ku pangabisa, jeung bisa jadi conto pikeun kelurahan lianna katut sakumna warga Bandung,†ucapnya. Seraya menyampaikan keinginanannya, di Tahun 2007 bisa segera meresmikan dimulainya pembangunan padepokan seni di wilayah ini.

Untuk itu semua, wali kota minta para tokoh masyarakat, ketua RT dan RW, Lurah, Camat termasuk organissi kemasyarakatan dan LSM, bisa mendampingi dan memimpin warganya dalam mewujudkan tujuan yang diinginkan melalui peningkatan pelayanan dan bimbingan pengembangan potensi.

Namun walikota juga mengingatkan, pengembangan potensi yang terdapat di Kel Pasirjati, jangan sekali-kali dianggap sebagai eskploitasi yang hanya menguntungkan pihak lain. Sebaliknya apa yang dimiliki dan menjadi kekuatan riilnya, haruslah benar-benar dirasakan seluruh warganya.  Karena menurutnya, dalam tatanan kehidupan pemerintahan dan pembangunan dewasa ini, tidak dikenal lagi kelurahan atau desa bertbuat untuk kemajuan orang kota atau pemerintah kota, tapi harus benar-benar dinikmati bersama.

 â€Saya perlu menegaskan ini, untuk menunjukan kesungguhan Pemerintah Kota Bandung, bahwa terintegrasinya desa Pasirjati menjadi bagian wilayah administrasi Kota Bandung dengan status kelurahan, mengandung konsekuensi adanya kewajiban Pemerintah Koata Bandung untuk mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan bagi warga Kelurahan Pasirjatiâ€, ungkapnya.

Walikota juga mengingatkan, di Kota Bandung termasuk di Pasirjati, kemungkinan besar masih terdapat saudaranya sesama umat Islam yang masih hidup dalam kemiskinan. Mereka perlu bantuan dan kepedulian dari saudaranya yang memiliki rizki berlebih.

â€Jangan biarkan saudara kita yang susah ini, melaksanakan ibadah shaum dengan kesedihan karena tidak punya apa-apa untuk sahur atau berbuka puasa.  -- Mari kita sambut Ramadhan ini oleh semua dengan kebahagiaan,†kata walikota, sekaligus mengajak masyarakat, untuk membiasakan dan berlomba mengeluarkan zakat, tidak pada bulan Ramadhan saja. (www.bandung.go.id)