Pemda

Saptadji, SH dan Agus Sumarya Juara Bandung Bermartabat Idol 2007

Untuk memelihara kesegaran dan kesehatan jiwa maupun fisik, yang diharapkan mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, setidaknya ada 2 kebijakan yang

Sysadmin Sabtu, 13 Agustus 2016 09:33
Saptadji, SH dan Agus Sumarya Juara Bandung Bermartabat Idol 2007
Saptadji, SH dan Agus Sumarya Juara Bandung Bermartabat Idol 2007

Untuk memelihara kesegaran dan kesehatan jiwa maupun fisik, yang diharapkan mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, setidaknya ada 2 kebijakan yang telah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kepada aparatnya. 

Pertama, membentuk Badan Pembinaan Olah Raga dan Kesenian (Baporkes). Kedua, pembinaan aparatur Bermartabat dengan mengharuskan mengikuti siraman rohani setiap Jumat pagi baik yang diselenggarakan di Masjid Raya Pemkot Al Ukhuwah  Jalan Wastukancana maupun Masjid Ar-Risalah di komplek perkantoran di Jalan Cianjur.

Berkaitan dengan penyaluran  bakat dan jiwa seni, Baporkes Kota Bandung menyelenggarakan lomba nyanyi lagu-lagu Pop dan Dangdut “Bandung Bermartabat Idolâ€. Diselenggarakan selama 5 hari, terbagi dalam 2 tahap. Yaitu babak penyisihan, dilaksanakan  3 s.d 7 September dengan peserta lebih 150 orang, terdiri para pejabat struktural, pelaksana, tenaga kontrak kerja dan magang. 

Dari 10 finalis di malam terakhir tampil, Senin malam (10/09/07), keluar sebagai Juara I untuk kategori lagu dangdut, Kepala Seksi Trambit Kecamatan Gedebage, Tito Saptadji, SH. Sedangkan untuk kelompok lagu Pop, diraih Agus Sumarya dari Dinas Pertanian. Masing-masing mendapat trophy dan uang tunai sebesar Rp. 3 juta. 

“Melalui Bandung Bermartabat Idol ini, bakat dan jiwa seni SDM Pemkot Bandung bisa tersalurkan. Namun yang lebih penting lagi, terpeliharanya kesehatan kesegaran jiwaâ€, kata ketua panitia, Arief Syaefudin, usai acara penutupan di Gedung Asia Afrika Culture Cebtre (AACC) Jalan Braga Bandung, Senin malam (10/09/07).

Arief menuturkan,  di lingkungan Pemkot Bandung, banyak pegawai yang memiliki potensi bakat seni yang perlu dikembangkan. Bahkan diantaranya, tidak sedikit yang mempunyai kemampuan menciptakan lagu baik dangdut, countri maupun pop. â€Menjadikan Bandung kota seni dan budaya, bukanlah merupakan monopoli para seniman dan budayawan. Semua termasuk aparat juga mempunyai tanggungjawab moral yang sama untuk mewujudkannya,†ungkapnya. Seraya menambahkan, penyelenggaraan Bandung Bermartabat Idol, seuai keinginan penanggungjawab bidang kesenian modern Baporkes, Ir H. Juniarso Ridwan,  akan terus berlanjut dan dikembangkan. (www.bandung.go.id)