Berita

Ayo Belajar Kelola Sampah Jadi Kebaikan Lewat Baca Sajak di TPST Baksil

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan meluncurkan program wisata edukasi pengelolaan sampah bertajuk Belajar Kelola Sampah Jadi Kebaikan atau Baca Sajak di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Babakan Siliwangi mulai Sabtu 16 Juni 2024 besok.

Humas Kota Bandung Jumat, 14 Juni 2024 10:07
img
img
img
img
img
img
img
img

Wisata edukasi Baca Sajak ini akan dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama pukul 09.00 s.d 10.00 WIB dan Sesi Kedua pukul 13.00 s.d 14.00 WIB pada Sabtu dan Minggu, 16-17 Juni 2024. Para pengunjung tidak dipungut biaya alias gratis.

Para pengunjung ditemani instruktur yang akan menjelaskan terkait inisiatif pengelolaan sampah organik melalui proses fearmentasi guna menghasilkan produk yang berguna dan memberikan dampak positif bagi lingkungan.

Saat berada di lokasi, para pengunjung harus menaati peraturan, di antaranya:
1. Anak anak harus dibawah pengawasan orang dewasa dan berhati-hati di area TPST.
2. Menjaga ketertiban dan ketentraman.
3. Membuang sampah pada tempatnya.
4. Parkir ditempat yang telah dipersiapkan.

Para pengunjung juga dilarang untuk merokok di area TPST dan mendekati serta menyentuh mesin di area TPST.

Sebelumnya, Penjabat Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono mengatakan, persoalan sampah menjadi hal yang krusial yang dihadapi Kota Bandung. Edukasi masif terkait pengelolaan sampah bagi masyarakat harus terus digencarkan. Salah satunya dengan wisata edukasi pengelolaan sampah.

"Pengelolaan sampah di TPST Babakan Siliwangi ini sudah bagus. Di sana harus jadi wisata edukasi pengelolaan sampah terpadu dan ini menjadi penting," ujarnya.

Untuk mendukung TPST Babakan Siliwangi menjadi pusat edukasi pengolahan sampah menjadi energi terbarukan di Kota Bandung, DLH Kota Bandung melakukan upgrade terhadap fasilitas yang ada di sana.

Beberapa upgrade yang telah dilakukan DLH Kota Bandung di TPST Babakan Siliwangi yakni:

1. Bangunan Beratap
Dari TPS terbuka, kini TPST Babakan Siliwangi memiliki bangunan luas yang dapat mengakomodir puluhan ton sampah perhari. Adanya atap ini mencegah sampah terkena air hujan yang dapat menimbulkan produksi air lindi dan bau yang tidak sedap.

2. Sarana Pre-Procesing
Karena tidak semua sampah masuk dalam mesin RDF, sampah daun yang masuk akan disaring terlebih dahulu untuk mengurangi kotoran yang masih menempel. Setelah itu sampah yang mempunyai kadar air tinggi juga dilakukan permentasi terlebih dahulu.

3. Set Mesin Pencacah
Sampah yang sudah siap dimasukan ke line mesin yang terdiri dari blower dan centris untuk mengeringkan sampah lebih lanjut, mesin penghancur dan pencacah.

4. Area Pengemasan dan Transportasi
Setelah masuk ke dalam mesin, sampah yang telah diolah menjadi RDF ini dapat langsung didistribusikan dalam kemasan atau secara curah. Saat ini RDF Babakan Siliwangi digunakan oleh perusahaan di bidang tekstil. (rob)**


Kepala Diskominfo Kota Bandung

 

Yayan A. Brilyana