Berita

Berbagai Strategi Pemkot Bandung Dongkrak Indikator Makro Pembangunan

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah menyiapkan berbagai strategi guna mendongkrak indikator makro pembangunan di Kota Bandung mulai dari penanggulangan kemiskinan, mengatasi pengangguran, penurunan prevalansi stunting hingga penanganan sampah.

Humas Kota Bandung Rabu, 19 Juni 2024 20:39
img
img
img
img
img
img
img
img
img
img
img
img

Hal itu diungkapkan Pj Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono pada kegiatan pembinaan dan optimalisasi pencapaian indikator makro pembangunan di Pemerintah Kota Bandung dari Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin dan Sekda Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman di Pendopo Kota Bandung, Rabu 19 Juni 2024.

"Jadi beberapa inovasi-inovasi yang kita sampaikan dalam rangka untuk mengatasi beberapa indikator makro yang dijadikan target kinerjanya pemerintah kota," katanya.

Terkait dengan penanggulangan kemiskinan, kata Bambang, Integrasi dan satu basis data menjadi salah satu kunci dalam penanggulangan kemiskinan. Dengan data yang sama maka intervensi program dalam penanggulangan kemiskinan dapat dilaksanakan secara optimal.

Pemkot Bandung membuat inovasi sistem Pelayanan Kesejahteraan Sosial Satu Pintu atau Yes! Jitu. Sebuah platform pelayanan sosial terintegrasi yang berbasis pada data tunggal.

Bambang menyampaikan, inovasi sistem ini bukan hanya mencantumkan data diri seperti nama, alamat, dan usia, tetapi juga 'by problem' tiap warga Kota Bandung yang membutuhkan, tertera dalam aplikasi ini.

"Mudah-mudahan intervensinya akan tepat sasaran kirakira begitu jadi memang sejauh itu memang ada selisih data dan itu menjadi masalah," ujarnya.

Terkait stunting, saat ini Pemkot Bandung telah menetapkan target penurunan prevalansi stunting diangka 14 persen.

Untuk mencapai target tersebut Pemkot telah menelurkan 88 inovasi yang tersebar di 29 perangkat daerah, 30 kecamatan dan 29 kewilayahan. Selain itu, Pemkot Bandung juga telah memakai sistem informasi stunting dengan aplikasi e-Penting.

"Kita juga melakukan pencegahan stunting baru dengan berbagai program," katanya.

Sedangkan untuk penanganan pengangguran, Pemkot juga telah melakukan berbagai strategi diantaranya dengan melakukan pelatihan kewirausahaan kepada 9.060 orang, melaksanakan padat karya untuk 4.300 orang, pemagangan dalam negeri, pelatihan kompetensi dan menggelar job fair.

Untuk pengolahan sampah, Pemkot juga telah melakukan edukasi pengolahan sampah mandiri kepada masyarakat mulai dari hulu hingga ke hilir serta melakukan pemberdayaan rumah magot di 30 kecamatan dan 151 Kelurahan.

"Jadi tentunya pemerintah kota Bandung tidak akan pernah bisa bekerja sendiri. Tentunya harus mendapatkl support dari semua jajaran di Kota Bandung dan juga dapat dukungan dari pemerintah yang ada di atasnya," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan, untuk menyelesaikan berbagai persoalan kota, perlu adanya lompatan kinerja pembangunan yang signifikan.

"Mulailah dengan target yang progresif. Indikator makro Kota Bandung harus ditingkatkan kualitasnya dan itu harus dilompatkan. Bagaimana harus melompatkan kinerja," katanya.

"Implementasi konkretnya, contoh dari stunting. Kota Bandung sekarang prevalansi sekitar 16 persen. Untuk tahun ini berani gak Kota Bandung jadi terbaik di Jabar? Harus siap," imbuhnya.

Ia menyebut, Kota Bandung harus menjadi percontohan seluruh kabupaten kota lainnya di Jawa Barat dengan berbagai capaian kinerja yang optimal dan progresif.

"Kami mulai dari Kota Bandung sebagai role model. Pak Gubernur akan berkeliling memberikan arahan dan guideline teknis.  Target kami untuk Kabupaten kota Jawa Barat adalah efektifnya capaian indikator makro pembangunan," ujarnya. (rob)**


Kepala Diskominfo Kota Bandung

 

Yayan A. Brilyana