Berita

Kenalan dengan Sembilan Matahari, Kelompok Kreatif Kota Bandung yang Mendunia

Sebagai kota kreatif, Bandung punya banyak insan dan pegiat seni handal. Salah satunya Sembilan Matahari, yang dikenal mengharumkan nama bangsa di mancanegara lewat pertarungan kompetisi dunia, yaitu Juara di Rusia dan Jepang di acara Art video mapping international festival.

Humas Kota Bandung Minggu, 30 Juni 2024 21:52

Sembilan Matahari merupakan kelompok anak muda kreatif asal Kota Bandung yang menggelar pertunjukan multimedia 3D Video Mapping. Karyanya sudah diakui di mancanegara. Sembilan Matahari asal Bandung adalah studio lintas disiplin yang fokus pada desain, film, dan kreatif coding.

Video mapping atau dikenal sebagai projection mapping, adalah teknik kreatif yang menggabungkan seni visual dan teknologi untuk mengubah permukaan objek tiga dimensi menjadi kanvas yang penuh dengan animasi, warna, dan narasi.

Dengan menggunakan proyektor para seniman dan desainer menciptakan pengalaman visual yang memukau, mengubah gedung-gedung, patung, atau struktur lainnya menjadi karya seni interaktif yang mempesona.

Karya kreatif Sembilan Matahari yang dikenal di Tanah Air lewat aksi video mapping runtuhnya Museum Fatahilah Jakarta. Museum Fatahilah dibuat runtuh melalui 3D (tiga dimensi) video mapping.

Sembilan Matahari semakin dikenal oleh masyarakat lewat pertunjukan video mapping 3D terbesar yang pernah digelar di Indonesia. yaitu video Mapping Gedung Sate pada puncak perayaan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat (Jabar). Gedung Sate dijadikan seperti terbakar.

Banyak karya yang sudah diciptakan oleh Sembilan Matahari. Ada video mapping di Taman Hutan Raya Juanda bertransformasi menjadi area petualangan fantasi pada malam hari. Lalu ada video mapping simulasi naiknya Nabi Muhammad SAW ke Sidratul Muntaha di Galeri Rosulullah Masjid Al-Jabbar.

Sembilan Matahari mengharumkan nama bangsa di mancanegara lewat pertarungan kompetisi dunia, yaitu juara di Rusia dan Jepang di acara Art video mapping international festival.**


Kepala Diskominfo Kota Bandung

 

Yayan A. Brilyana