Berita

Angklung Jadi Warisan Budaya dan Masih Menjadi Ekskul di Sekolah

Pembelajaran alat musik angklung di sekolah dasar menjadi daya tarik tersendiri. Pasalnya alat tradisional yang terbuat dari bambu itu memiliki suara yang khas.

Humas Kota Bandung Selasa, 02 Juli 2024 16:23

Dengan keunikannya sehingga telah diakui oleh Unisco. Untuk melestarikannya para murid sekolah dasar di kota bandung mempunyai kurikulum memainkan angklung.

Angklung yang merupakan alat musik tradisonal dari Jawa Barat ini menjadi warisan budaya bangsa. Upaya mengenalkan Angklung kepada genarasi penerus salah satunya dengan menerapkan ekstrakulikuler di sekolah. Salah satunya di Sekolah Dasar Priangan Istiqomah Bandung.

Upaya sekolah yang telah berdiri dari 1951 ini untuk “ngamumule” seni dan budaya. Setiap murid sekolah wajib tahu dan bisa memainkan angklung. ekstra kulikuler ini digelar setiap hari Jumat, mereka mendapatkan guru pembimbing dari saung Angklung Udjo.

Penerapan angklung bagi murid sekolah Dasar ini dimulai dari kelas 2 sampai kelas 6. Mereka diajarkan cara memegang, dan memainkan angklung. Karena alat musik ini bisa dimainkan oleh banyak orang maka kekompakan yang paling diutamakan.

Kepala Sekolah SD Priangan Istiqomah, Entin Watyatin menjelaskan, pelajaran Angklung pada anak ini sudah menjadi kewajiban di sekolahnya. Setiap murid minimal mengenal Alat musik tradisional. Namun ada kelompok murid yang dibina lebih untuk mengikuti kejuaraan yang diselenggaran di tingkat Sekolah Dasar.

Berbagai prestasi sudah diraih dan pertunjukan angklung wajib disetiap acara yang digelar sekolah. Selain itu, melalui angklung ini juga bisa membentuk karakter murid dan kekompakan di antara mereka.

Salah satu murid kelas 6, Sello mengatakan, awalnya dia tidak tertarik dengan alat musik angklung. Namun setelah melihat dan mencoba lama kemalaan sangat menyenangkan.

"Kita bisa main musik dengan menggoyangkan angklung, pokoknya asik lah," katanya.

Pembelajaran dan mengenalkan seni budaya sejak dini menjadi tujuan agar generasi muda lebih tahu dan bisa melestarikannya.

Ditambah adanya ekstra kulikuler seperti ini diharapkan bisa diterapkan diseluruh sekolah dasar di Kota Bandung. Rencananya Dinas Pendidikan Kota Bandung akan lebih mengenalkan seni budaya kepada anak didik di lingkungan sekolah dasar.**


Kepala Diskominfo Kota Bandung

 

Yayan A. Brilyana