Pemda

Child Development Centre (CDC) Pusat Perkembangan Anak

Wali Kota Bandung Dada Rosada SH. M.Si. meminta kepada para orang tua, pendidik, kelompok penggiat sosial dan masyarakat agar mampu meningkatkan upaya pendeteks

Sysadmin Sabtu, 13 Agustus 2016 09:35
Child Development Centre (CDC) Pusat Perkembangan Anak
Child Development Centre (CDC) Pusat Perkembangan Anak

Wali Kota Bandung Dada Rosada SH. M.Si. meminta kepada para orang tua, pendidik, kelompok penggiat sosial dan masyarakat agar mampu meningkatkan upaya pendeteksian dini terhadap anak dengan kelainan dan berkebutuhan khusus. Hal tersebut semata-mata untuk meberikan peluang bagi anak-anak kurang beruntung memperoleh pelayanan kesehatan dan rehabilitasi mental bagaimanapun juga mereka adalah anak bangsa yang berhak atas kehidupan secara layak.

Hal tersebut diungkapkan Dada saat meresmikan Child Development Centre (CDC) atau Pusat Perkembangan Anak di Rumah Sakit internasional Santosa Bandung. Minggu (24/5). Hadir dalam kesempatan tersebut Presiden Direktur Santosa, Drs. Jahja Santoso, Apt, Dirjen Dikdasmen Diknas RI, DR, dr. Eko Jatmiko, Direktur RS Santosa, dr Eko Rafiana, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr. Gunadi Sukma Bhinekas, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Drs. Oji Mahroji.

Menurut Dada tidak sedikit para orang tua yang merasa terpukul, bingung dan malu ketika mendapati anaknya tergolong anak dengan kelainan dan berkebutuhan khusus, akibatnya anak yang semestinya mendapatkan rehabilitasi dan bimbingan khusus dibiarkan tumbuh tanpa mengeyam pendidikan serta pergaulan yang wajar sebagaimana dinikmati anak-anak normal lainnya.
"Terlepas dari semua itu, kita menyadari bahwa pendeteksian perilaku anak sejak dini melalui pengamatan kemampuan motorik dan sensorik oleh orang tua menjadi cara sederhan dalam menemukan kasus anak dengan kelainan dan berkebutuhan khusus, agar tumbuh kembang anak mendapat penanganan cepat dan tepat," ungkap Dada.

Selanjutnya Dada menambahkan anak dengan kelainan dan berkebutuhan khusus sebenarnya bukan merupakan kasus baru. Namun berkembangnya ilmu pengetahuan serta meningkatnya wawasan para orang tua, anak dengan kelainan dan berkebutuhan khusus memiliki kesempatan rehabilitasi yang semakin luas. Kenyataan  ini mengesankan bahwa jumlah anak dengan kelainan dan berkebutuhan khusus meningkat.

"Mudah2an dengan adanya child development centre kiranya dapat menambah keyakinan dan semangat orang tua anak dengan kelainan dan berkebutuhan khusus untuk mendidik dan membentuk anak berkemampuan sebagaimana layaknya anak2 normal," ujarnya.
Menurut Direktur RS Santosa, dr Eko Rafiana, Pusat Perkembangan Anak RS Santosa, merupakan suatu unit pelayanan subspesialis dari ilmu kesehatan anak di rumah sakit santosa, yang memberikan perhatian dalam pertumbuhan dan perkembangan anak yang tidak hanya pada masalah medis tetapi juga secara psikologis.

"Pusat Perkembangan Anak membantu pasien dan keluarga dalam memantau proses tumbuh kembang anak sesuai dengan potensi yang dimilikinya," ujar Eko. Selanjutnya Eko menambahkan pelayanan yang disediakan di Pusat Perkembangan Anak terdiri dari skrining perkembangan untuk mengetahui apakah ada kelainan perkembangan, Tes Griffith untuk mengetahui potensi intelektual dan aspek perkembangan lain, Diagnosis dan pengelolaan kelainan perkembangan syaraf seperti cerebral palsy dan epilepsi, diagnosis dan pengelolaan kesulitan belajar seperti disleksia (kesulitan membaca), Disgrafia (kesulitan menggambar), Diskalkuli (kesulitan berhitung), serta berbagai penanganan masalah perkembangan anak yang menjadi keluhan orang tua.
"Kami juga memberikan pelayanan secara komprehensif yang tidak saja ditujukan untuk mengatasi masalah pertumbuhan gizi, tetapi juga menggali potensi anak, membantu merencanakan masa depan serta dukungan psikologis pada orang tua dan saudara kandung berupa pertemuan berkala dan kegiatan rumah," ujar eko.

KEPALA BADAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
BULGAN ALAMIN