Perda

Kota Bandung Juara Cabang Sepak Bola

Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Jabar X/2006 Karawang dinilai sebagai porprov paling sukses dan membanggakan. Demikian penilaian Wakil Gubernur Jabar, Nu'man

Sysadmin Sabtu, 13 Agustus 2016 09:31
Kota Bandung Juara Cabang Sepak Bola
Kota Bandung Juara Cabang Sepak Bola

Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Jabar X/2006 Karawang dinilai sebagai porprov paling sukses dan membanggakan. Demikian penilaian Wakil Gubernur Jabar, Nu'man Abdul Hakim, saat menutup Porprov Jabar X/2006 di Stadion Singaperbangsa, Kamis (20/7). Menurut Numan, banyaknya permasalahan yang timbul tidak membuat porprov kali ini kehilangan gengsinya. Pada porprov X, Kabupaten Bogor tampil sebagai pengumpul medali terbanyak dengan 107 emas, 76 perak, 89 perunggu. Mereka meruntuhkan dominasi Kota Bandung yang kini menempati posisi kedua dengan 100 emas, 72 perak, 114 perunggu. Disusul Kab. Bandung di posisi ketiga dengan 64 emas, 70 perak, 85 perunggu. Sementara, pada Pekan Olah Raga Cacat Provinsi (Porcaprov), Kota Bandung menempati posisi teratas dengan 40 emas, 37 perak, 26 perunggu. Posisi kedua direbut Kab. Karawang dengan 16 emas, 18 perak, 10 perunggu, disusul Kab. Bandung dengan 14 emas, 12 perak, 20 perunggu. Nu'man menegaskan, porprov kali ini luar biasa. Setiap daerah mampu memperbaiki prestasinya, bahkan tercipta rekor-rekor baru. Hal itu menjadi suatu kebanggaan. Nu'man tidak memungkiri banyak masalah yang timbul pada porprov kali ini. Masalah utama menyangkut mutasi dan keabsahan atlet. "Hal-hal itu harus segera ditangani dan dievaluasi oleh KONI selaku penyelenggara. Ke depan hal-hal seperti itu harus dieliminasi," katanya. Dia meyakini, pada masa mendatang porprov akan menjadi ajang pembinaan bagi para atlet daerah untuk meraih prestasi setinggi-tingginya. Porprov bisa dijadikan sebagai langkah awal bagi para atlet Jabar untuk berkiprah lebih tinggi pada event sekelas PON, SEA Games, Asian Games, bahkan Olimpiade. Hal senada dikatakan Ketua KONI Jabar, H.A.M. Ruslan. Menurut dia, porprov harus dikembalikan pada fungsinya semula sebagai ajang pembinaan para atlet daerah daripada mengedepankan prestise semata. Penutupan Porprov X/2006 Jabar di Stadion Siangaperbangsa berjalan meriah. Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi. Pukul 10.00 WIB masyarakat Karawang sudah mulai berbondong-bondong menyesaki stadion kebanggaan mereka untuk menyaksikan panggung hiburan. Pukul 13.30 WIB, aksi 25 penerjun payung dari gabungan TNI AD dan bea cukai Jabar mengawali acara penutupan, lalu dilanjutkan dengan final sepak bola. Acara puncak penutupannya sendiri dilakukan setelah pengalungan medali sepak bola. Dimulai dengan tari kolosal dari gabungan siswa-siswa SMA di Karawang, kemudian dilanjutkan dengan defile peserta porprov, lalu laporan Bupati Karawang, Dadang S. Muchtar selaku ketua pelaksana serta sambutan dari Ketua KONI Jabar dan Wagub Jabar. Dadang menyatakan terima kasihnya atas peran serta semua pihak yang membantu kesuksesan acara tersebut. Ia mengatakan, porprov kali ini menumbuhkan paradigma baru, di mana pembukaan dan penutupan dilakukan dengan semangat, tidak ada rekayasa dalam penyelenggaran. Pemukulan beduk oleh Wagub Jabar, Nu'man menandai berakhirnya Porprov Karawang.

Bandung juara Sementara itu, kendati sempat terseok-seok pada awal babak penyisihan, Kota Bandung akhirnya berhasil membawa pulang emas dari cabor sepak bola Porprov Jabar X/2006. Pada final yang berlangsung di Stadion Singaperbangsa, Kamis (20/7), mereka mengalahkan Kabupaten Bogor 3-1 (1-0). Manajer Kota Bandung, H. Djadja Sutardja, mengatakan, kemenangan Kota Bandung di final menjadi obat pelipur lara bagi Kota Bandung dan terwujudnya penantian panjang 30 tahun sebagai juara sepak bola Porprov Jabar. "Meskipun tidak tampil sebagai juara umum, tapi satu emas di sepak bola menjadi pelipur lara bagi Kota Bandung yang gagal mempertahankan juara umum pada porprov sekarang," ungkap Djadja. Sukses yang dicapai Kota Bandung, dikatakan Djadja, merupakan hasil dari kerja keras dalam pembentukan dan persiapan matang selama 2 tahun. "Materi pemain Kota Bandung sekarang menjadi modal dan kerangka tim yang dipersiapakan untuk membela Persib pada kompetisi U-23, 31 Juli nanti," lanjut Djadja. Sementara pelatih Kota Bandung, Ronny Remon, mengaku sukses Kota Bandung menjuarai sepak bola telah melalui ujian yang berat. "Kemenangan ini sangat berharga bagi Kota Bandung. Saya pun terharu karena bisa memberikan yang terbaik. Akhirnya, emas porprov kembali ke Kota Bandung setelah lepas hampir selama 30 tahun. Semua berkat kerja keras, semangat kebersamaan, rasa memiliki, tanggung jawab dan cinta semua pemain kepada Kota Bandung," ujar Ronny Remon. Sejak menit awal, Kota Bandung mendominasi jalannya pertandingan. Baru 10 menit pertandingan berjalan, gawang Kabupaten Bogor sudah berhasil dijebol. Ferdinand menjadi pencetak gol perdana Kota Bandung, dengan memanfaatkan umpan silang Taufik Hidayat. Dua gol lainnya dicetak Irwan Wijasmara yang menggantikan posisi Nunu Yanuar Pribadi. Gol tersebut tercipta pada menit ke-48 dan 58. Unggul 3-0 membuat lini pertahanan Kota Bandung lengah. Puncaknya, hadiah penalti diberikan kepada Kabupaten Bogor, setelah pemain Dadang Nurmansyah, pemain belakang Kota Bandung melakukan handsball di dalam kotak penalti menit ke-82. Kresna Hermawan, yang tampil sebagai eksekutor berhasil melakukan tugasnya dengan baik.