Perda

Sekda Kota Bandung Meresmikan Masjid Megah RW 09 Sarijadi Senilai Rp. 1,2 M.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Dr H Edi Siswadi MSi, mewakili walikota, Sabtu (25/11/06) meresmikan Masjid Al Falah Sarimanis RW 09 Kelurahan Sarijadi

Sysadmin Sabtu, 13 Agustus 2016 09:31
Sekda Kota Bandung Meresmikan Masjid Megah RW 09 Sarijadi Senilai Rp. 1,2 M.
Sekda Kota Bandung Meresmikan Masjid Megah RW 09 Sarijadi Senilai Rp. 1,2 M.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Dr H Edi Siswadi MSi, mewakili walikota, Sabtu (25/11/06) meresmikan Masjid Al Falah Sarimanis RW 09 Kelurahan Sarijadi Kecamatan Sukasari Bandung. Ditandai dengan penandatanganan prasasti, penyerahan buku Perda K3, Buku Hallo Kang Dada dan 7 Program Strtegis Kota Bandung, serta Tauziyah dari Ketua MUI Kecamatan Sukasari, Drs H Cecep Anshori MPd, MA. Dihadiri para ketua DKM se Kelurahan Sarijadi dan warga setempat. Walikota Bandung H Dada Rosada SH, MSi dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan Sekda mengemukakan, pembangunan masjid dapat dijadikan momentum besar untuk meningkatkan kualitas ibadah serta menggali ilmu dan nilai-nilai Islam, untuk selanjutnya diaplikasikan dalam kehidupan pembangunan yang semakin penuh dengan tantangan. Fungsi masjid dalam kapasitas meningkatkan intelektualitas, memberdayakan umat dan juga pusat-pusat kajian dalam konteks ekonomi umat, dikatakan Sekda, Pemkot Bandung dalam Tahun 2007, akan meluncurkan program Bantuan Walikota Khusus (Bawaku) bidang Kemakmuran disamping bidang kesehatan dan pendidikan. Yang diharapkan, dapat dimanfaatkan DKM dalam pembangunan dan pemberdayaan ekonomi umat. “Kalau Bawaku kemakmuran ini bisa dikelola oleh DKM, asa piraku bantuan ke masyarakat tidak nyampai. -- Karenanaya Saya setuju, apabila fungsi masjid di optimalkan, tidak hanya sekedar ibadah ritual, tapi juga ibadah social dalam menghadapi tantangan dan gejolak social’ ungkap Sekda. Karena menurutnya, saat ini di Indonesia, terdapat 4 juta anak yang mengalami ketergantungan obat terlarang. Belum lagi 2 juta anak balita yang kekurangan gizi, termasuk 12 ribu di Kota Bandung. Yang pasti mereka akan sulit diharapkan menjadi generasi yang tangguh. Mudah-mudahan dengan optimalisasi masjid, kehidupan yang semakin makmur secara ekonomi, tapi juga pondasinya adalah akhlaqulkarimah. -- Kita tidak ingin intelektualitas meningkat tapi spitualitas kita kering. -- Karena itu kecerdasan intelektual dan semangat spiritualisme, harus juga dibangun di masjid-masjid -- Insya Allah, kalau nanti jadi pemimpin, akan menjadi pemimpin yang paripurna” ucapnya. Ketua DKM Al Falah, Ir H Moch Machpud mengatakan, renovasi dilakukan, karena masjid sudah tidak lagi mampu menampung jamaah masjid yang terus bertambah. Sehingga pada Juni 2005, diketuai Ir H Mamat Rahmat, panitia yang beranggotakan 20 orang ini, membuat dan menyusun proposal perencanaan, renovasi atau pembangunan kembali secara total bangunan masjid. “Alhamdulillah dengan keswadayaan dan keswakarsaan, terutama keimanan dan ketaqwaan warga muslim disini, -- panitia mampu menghimpun dana sebesar Rp. 1.253, juta, terdiri Rp. 980 juta dalam bentuk uang tunai dan 273 juta dalam bentuk barang”, ucapnya. Selanjutnya dikatakan Mahpud, Masjid Al Falah pertama didirikan Tahun 1980, memiliki lahan seluas 500 M2, merupakan fasos/fasum Perum Perumnas yang telah dilimpahkan kepada Pemkot Bandung. Saat ini memiliki luas tanah sekira 650 M2, ada penambahan 150 M2, hibah dari H Muhtar, purnawirawan TNI berpangkat Jendral yang juga tokoh masyarakat setempat. Ketua panitia, Ir H Mamat Rahmat mengatakan, Masjid Al Falah pembangunannya dikerjakan selama 17 bulan dan selesai 20 Nopember 2006 dilengkapi dengan Surat Ijin Membangun (SIMB) Nomor 5236451/SI.321. Dibangun 2 lantai dan diperkitaakan mampu menampung 1.200 jama’ah. “Hingga masjid ini selesai dibangun, panitia telah mengeluarkan dana sebesar Rp. 1,242 Milyar -- Semuanya didanai dari keswadayaan masyarakat termasuk Walikota Bandung H Dada Rosada. -- bahkan Alhamdulillah, di panitia masih ada saldo lebih kurang Rp 10 juta”, ungkap Mamat Rahmat bersyukur. (www.bandung.go.id)