Pemda

Walikota Tinjau Lokasi Banjir di Kelurahan Braga Kec. Sumur Bandung

Usai meresmikan hadir rehab rumah kumuh di Kecamatan  Bandung Kidul, Walikota Bandung H. Dada Rosada, SH, MSi didampingi sejumlah pejabat publik, antara lain K

Sysadmin Sabtu, 13 Agustus 2016
Walikota Tinjau Lokasi Banjir di Kelurahan Braga Kec. Sumur Bandung
Walikota Tinjau Lokasi Banjir di Kelurahan Braga Kec. Sumur Bandung

Usai meresmikan hadir rehab rumah kumuh di Kecamatan  Bandung Kidul, Walikota Bandung H. Dada Rosada, SH, MSi didampingi sejumlah pejabat publik, antara lain Kepala Dinas Bangunan, Dinad Pertamanan dan Pemakaman, BPLH, Disinkom, meninjau lokasi banjir di RW.03 dan RW.08 Kelurahan Braga Kecamatan Sumur Bandung.

Camat Sumur Bandung Drs. H.Firmansyah yang hadir dilokasi melaporkan, banjir terjadi Jum’at (27/4/07) sekitar pukul 19.00 akibat luapan Sungai Cikapundung. Menggenangi beberapa RW di Kelurahan Babakan Ciamis dan Braga, dengan ketinggian air mencapai 20 cm – 1,5 meter. Namun tidak ada korban jiwa.

Di Kelurahan Babakan Ciamis, banjir tejadi di RW. 03 dan 08 menggenangi 30 rumah. Kerugian diperkirakan mencapai Rp.30 juta. Di KelurahanBaraga terjadi di RW.03, sebanyak 70 rumah tergenang air dan lumpur, 2 rumah milik Enung Hidayat dan Atis serta Ar-Rochmah jebol. Di RW. 04 sebanyak 200 rumah tergenang air dan lumpur,  kirmir sepanjang 10 m jebol, di RW.07, sebanyak 200 rumah tergenang air dan lumpur , 5 rumah, masing-masing milik Muharam, Jeje, Komar, Solihin Haris, Ihin serta kirmir sepanjang 5 m jebol. Di RW.08 sebanyak 250 rumah tergenang air dan lumpur, 6 rumah jebol, mading-masing milih Iir, Ejen, Udin, Empri, Osan dan Erus. Kerugian sampai Sabtu sore belum diketahui kerana masih dilakukan pendataan.

Untuk penanganan darudat, menurut Camat di lokasi telah dibuat Posko kesehatan dan dapur umum oleh Partai Kedilan Sejahtera (PKS), pembersihan lumpur dengan penyemprotan air oleh Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, di wilayah RW.04 dan RW.08 Kelurahan Braga.

Menurut Walikota Bandung, terjadinya banjir pada umumnya disebabkan adanya pengendapan sedimen, tumpukan sampah dan penyemitan sungai akibat ada bangunan-bangunan rumah di bantaran. Kerenanya  secara bertahap seluruh sungai selain dinormalisir, juga bantaran tidak boleh dibangun. “Kita juga akan merubah aturan-aturan. Katanya ada aturan-aturan yang memberikan izin bantaran sungai dibangun rumah. Padahal memang aturan dari dulu tidak boleh” ujar walikota.

Di lokasi kejadian banjir, menurut walikota, kondisi Sungai Cikapundung sudah bagus, ukurannya besar. Tapi keran inggira dungai digunakan bangunan, akibatnya warga terkena banjir.

Terkait dengan pemberian bantuan kepada warga , walikota telah memerintahkan Camat Sumur Bandung untuk melakukan inventarisasi dan melaporkan kejadiannya “Saya minta camat untuk menginventarisir berapa kebutuhannya. Dan bantuan disesuaikan dengan kemampuan” ucapnya. (www.bandung.go.id)