Pemda

Bandung Disergap ”Cileuncang” Ribuan Kendaraan Terjebak Macet

<?xml:namespace prefix = st1 ns = "urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" />BANDUNG, (PR).-Hujan deras disertai angin kecang, mengguyur sejumlah kawa

Sysadmin Sabtu, 13 Agustus 2016 09:33
Bandung Disergap ”Cileuncang” Ribuan Kendaraan Terjebak Macet
Bandung Disergap ”Cileuncang” Ribuan Kendaraan Terjebak Macet

BANDUNG, (PR).-
Hujan deras disertai angin kecang, mengguyur sejumlah kawasan di Kota dan Kab. Bandung, Minggu (1/7). Kendati hanya berlangsung dua jam, sejak pukul 14.30-16.30 WIB, beberapa wilayah disergap banjir cileuncang. Akibatnya, arus lalu lintas akhir pekan, yang memang selalu padat, mengalami kemacetan.

Di sejumlah ruas jalan terlihat genangan air kotor bercampur sampah. Bahkan, di ruas jalan yang saluran airnya tengah diperbaiki di wilayah Bandung Timur, genangan air mencapai lutut orang dewasa. Seperti di Jln. Jend A. Yani Kawasan Cidurian hingga Cicadas, Jln. Ibrahim Adjie (Kia­racondong), Jln. Jakarta, Jln. Rumah Sakit (Ujungberung), Cisaranten, Margacinta, dan beberapa ruas jalan lainnya.

Di ruas Jln. Jend. A. Yani, tepatnya di persimpangan Jln. Jend. A. Yani-Ibrahim Adjie-Cikutra, terjadi antrean kendaraan cukup panjang dari arah barat menuju timur akibat meluapnya Sungai Cicadas tepat di depan TPPS Pasar Cicadas. "Setiap hujan deras di Daerah Awiligar atau Cikutra, pasti sungai meluap dan air naik ke jalan," kata Engkos (35) , seorang pedagang jeruk.

Meluapnya Sungai Cicadas, selain mengakibatkan badan jalan tertutup air berwarna hitam pekat, juga membawa sampah. Hingga pukul 19.00 WIB tumpukan sampah yang menutupi ruas sekitar persimpangan Cicadas masih berserakan.

Kemacetan paling parah terjadi di kawasan Jln. Margacinta, Jln. Supratman, Riau (L.L.R.E. Martadinata), Citarum, Cisangkuy, Diponegoro, Dago (Ir. H. Djuanda), Siliwangi, Imam Bonjol, dan sejumlah ruas jalan lainnya yang merupakan kawasan perbelanjaan dan jajanan, terutama yang banyak ditumbuhi pohon besar.

Kemacetan terjadi akibat pengguna jalan memperlambat laju kendaraan, bahkan menghentikan sama sekali karena hujan deras disertai angin mengakibatkan banyak dahan pohon yang patah, selain itu dikhawatirkan ada pohon tumbang.

Hujan deras disertai angin juga melanda kawasan Kab. Bandung wilayah timur. Akibatnya, arus kendaraan dari arah Bandung menuju Garut atau sebaliknya yang melintas ruas jalan Raya Rancaekek berjalan merayap, karena banyaknya genangan air.

Banjir cileuncang paling parah terjadi di kawasan yang berdekatan dengan aliran sungai. Seperti di kawasan Panenjoan yang berdekatan dengan aliran Sungai Citarik, Desa Cikuya yang merupakan pertemuan Sungai Citarik dan Cikuya, Warung Cina yang dilintasi aliran Sungai Cikijing, dan kawasan Dandeur Rancaekek yang merupakan kawasan perlintasan Sungai Cikeruh.

Bandung utara

Anteran kendaraan juga terjadi di jalur Lembang-Bandung, sepanjang lebih dari 5 km. Kendaraan yang padat berjalan merayap, karena tidak ada pengaturan dari petugas kepolisian.

Menurut seorang pengguna jalan, Bambang (38), kemacetan selalu terjadi setiap akhir pekan. Namun, saat ini, kemacetan kian parah, karena memasuki musim libur sekolah.

â€Seharusnya polisi cepat tanggap, karena kendaraan bertambah banyak. Tapi, kami menyayangkan, sepanjang jalur, nyaris tidak ada petugas yang mengatur lalu lintas,†katanya. (A-87)***