Pemda

HUT ke 46 Gerakan Pramuka TK Jawa Barat. Gerakan Pramuka Harus Mampu Adaptif dan Responsif

Gerakan kepramukaan yang dahulu dikenal dengan gerakan kepanduan, dalam proses perjuangan kemerdekaan bangsa, mempunyai kontribusi dan andil yang cukup besar. K

Sysadmin Sabtu, 13 Agustus 2016 09:33
HUT ke 46 Gerakan Pramuka TK Jawa Barat. Gerakan Pramuka Harus Mampu Adaptif dan Responsif
HUT ke 46 Gerakan Pramuka TK Jawa Barat. Gerakan Pramuka Harus Mampu Adaptif dan Responsif

Gerakan kepramukaan yang dahulu dikenal dengan gerakan kepanduan, dalam proses perjuangan kemerdekaan bangsa, mempunyai kontribusi dan andil yang cukup besar. Kini di era pembangunan yang sudah bergerak ke era reformasi, keberadaannya sangat diharapkan tetap eksis bahkan lebih mampu lagi berperan dalam proses pembangunan daerah.

â€Hal ini dapat terlaksana, jika gerakan pramuka senantiasa adaptif dengan perkembangan jaman dan mampu merespon perubahan dengan cepat dan tepat sekaligus mampu memberikan jawaban terhadap persoalan yang ada. -- Diantaranya penanggulangan kemiuskinan dan pengangguran, pemberantasan kebodohan dan kemunduran moralâ€, ujar Gubernur Jawa Barat, Drs H. Dani Setiawan, M.Si selaku Ketua Majelis Pembina Daerah Jabar pada acara peringatan hari jadi ke 46 Gerakan Pramuka Tk Jawa Barat, di Stadion Banjar Patroman, Kota Banjar, Selasa (14/08/07). Dihadiri Ketua DPRD Jabar, HM Ruslan, unsur muspida setempat, jajaran Kwarda, Kwarcab, Mabida dan Mabicab gerakan Pramuka Kab/kota se Jawa Barat.

Acara ditandai pemberian penghargaan kepada 20 tokoh atas kiprah dan pengabdiannya dalam gerakan kepramukaan. Diantaranya Ketua Kwarcab Kota Bandung, DR H. Edi Siswadi, M.Si (Sekda Kota Bandung), menerima penghargaan Pancawarsa III  (pengabdian 15 tahun). Mabicab Banjar, dr Herman Sutrisno (Walikota Banjar) menerima Penghargaan Dharma Bhakti, Mabicab Ciamis, H Engkon Komara (Bupati Ciamis) menerima Pancawarsa V. 

Untuk menjawab persoalan pembangunan, dikatakan Dani Setiawan, Gerakan Pramuka harus menjadikan para anggotanya sebagai manusia yang kreatif dan produktif. Sehinggga memiliki kemampuan untuk ikut menanggulangi kemiskinan dan pengangguran. Sedangkan melalui pengembangan pendidikan luar sekolah dan pendidikan mental spiritual, gerakan pramuka dapat melakukan pemberantasan kebodohan dan kemunduran moral termasuk masalah sosial budaya dan lingkungan.

Untuk dapat mernjalankan perannya ini, menurut Dani Setiawan, adalah tumbuhnya kebersamaan atau semangat sauyunan diantara pembina dan anggota Pramuka. â€Jika semangat ini sudah tumbuh di internal Gerakan Pramuka, saya berharap, aktifis gerakan pramuka yang terdiri dari anak-anak, remaja hingga dewasa, menjadi pelopor pengembangan semangat sauyunan di Jawa Baratâ€, tuturnya.

Di kalangan anak Pramuka Siaga, dapat dikembangkan pengenalan hubungan sosial yang harmonis, sikap saling bantu dan saling menyayangi diantara sesama. Di kalangan remaja Pramuka Penggalang, dapat dilakukan penanaman semangat kebersamaan dan solidaritas sosial. Sedangkan di kalangan pemuda, pramuka penegak dan pandega dapat dilakukan internalisasi dan pembudayaan semangat sauyunan. Sementara di tangan pembinanya, dapat dilakukan proses pewarisan atau pelestarian nilai-nilai dan hakekat semangat sauyunan.

Merespon keinginan gubernur, terutama mendukung Jawa Barat sebagai propinsi pramuka, Edi Siswadi mengemukakan, bukanlah hal yang tidak mungkin untuk diwujudkan. Karena banyak kabupaten dan kota termasuk Kota Bandung memiliki potensi yang cukup besar.

â€Sebagai salah satu wahana pembinaan generasi muda yang efektif, Kwarcab Kota Bandung, secara kewilayahan akan mengembangkan gugus-gugus depan yang disebut pangkalan. -- Pangkalan gerakan Pramuka ini tidak menginduk kepada suatu sekolah, namun berdiri sendiri dengan gudep tersendiri pula yang dapat dibentuk di setiap SKPDâ€, kata Edi.

Menyinggung kegiatan kepramukaan saat ini, Edi juga menuturkan, Kota Bandung selalu mengikuti Jambore baik di tingkat daerah, nasional maupun internasional, diantaranya jambore internasional ke 21 di Inggris,  bulan Juli 2007 lalu. Kontingen Kota Bandung selalu mendapat respon sebagai peserta favorit, sehingga selalu diminta tampil untuk mempertunjukan ketrampilannya khususnya seni budaya daerah.

Terkait peningkatan perannya dalam penanggulangan pengangguran, Edi menuturkan, Kwarcab Kota Bandung sedang menyiapkan sejumlah pendidikan ketrampilan praktis bagi anggotanya.  Sedangkan  upaya penanaman semangat sauyunan â€Silih Asah, Silih Asih dan Silih Asuhâ€, setiap minggu secara rutin dilakukan latihan gabungan (Latgab) di lapang Taman Pramuka, bergantian oleh 30 kwaran kecamatan yang ada di Kota Bandung. (www.bandung.go.id)