Minggu, 1 Agustus 2010
Launching Bandung Orchestra
Rabu, 24 Desember 2008
Sumber Badan Komunikasi dan Informatika, dibaca: 1168 kali
<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face {font-family:"Arial Narrow"; panose-1:2 11 6 6 2 2 2 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 2048 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman","serif"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} -->
Kota Bandung sejak dahulu dikenal sebagai gudangnya seniman termasuk seniman musik. Namun hingga kini belum memiliki gaung dalam musik orchestra, padahal di sejumlah propinsi yang masuk dalam jajaran propinsi termaju, sudah memiliki, sebut saja Jakarta, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur. Dahulu di Bandung memang pernah terdengar ada kelompok musik orchestra baik yang dipusatkan di RRI Bandung maupun Ajendam Siliwangi, namun sekarang kiberadaannya sudah tidak terdengar lagi. Kalaupun ada hanya dalam format insidental dan parsial, terutama dilingkungan perguruan tinggi seni yang memiliki jurusan musik, seperti Sekolah tinggi Musik Bandung (STiMB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Universitas Pasundan (Unpas).
“Hari ini kami dari STiMB berinisiatif, membentuk kelompok musik orchestra dengan mengintegrasikan potensi musisi-musisi beberapa perguruan tinggi dan musisi profesional lainnya. Kelompok musik ini melibatkan tujuhpuluhlima orang musisi. Kami optimis kehadiran Bandung Orchestra akan bermanfaat bagi perkembangan seni dan budaya yang terkait citra Kota Bandung dan Jawa Barat sebagai gudangnya seninam,” kata Rektor Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung, DR. Bucky Wikagoe, MSi dalam acara pertunjukan perdana sekaligus launching Bandung Orchestra, di Gedung Kesenian Sunan Ambo STSI, Jalan Buahbatu Bandung, Senin malam (22/12/08).
“Dihadapan kita ada dua pemimpin. Secara antropologis, katanya pemimpin yang baik itu, yang mimpinya sama dengan rakyatnya,” ungkap Bucky, seraya menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Bandung, H Dada Rosada, yang telah memasukan unsur seni budaya ke dalam 7 rogram prioritas pembangunan Kota Bandung, serta kepada Wakil Gubernur Jawa Barat, H Dede Yususf yang ingin menyatukan mimpi dengan para seniman untuk membangun gedung pertunjukan yang representatif sekelas opera house.
Penyanyi soloist tenor kelahiran Bandung, juara nasional bintang radio dan televisi kategori seriosa, Cristopher Abimanyu Sastrodihardjo, mengatakan, dirinya sudah lama mendambakan, Bandung memiliki kelompok musik orchestra sendiri dan bisa tampil bersama dihadapan publik Bandung. ”Saya bangga, Bandung kini telah memiliki kelompok musik orchestra sendiri, mimpi saya akhirnya kesampaian juga,” ungkapnya.
Meski Bandung orchestra meski tampil perdana, namun dibawah conductor kawakan, Amiruddin Sitompul, berhasil memukau dan mendapat sambutan meriah publik Bandung. Sejumlah artis beken kelahiran Bandung lainnya, juga turut meramaikan acara ini, diantaranya Trio Bimbo (Syam, Achil dan Jaka), Anddi/Rif, duet gitar klasik Royke B Koapaha dan Eko Jatniko, Unforgetta3, Rika Rafika, duet piano Fourhand Yuti Lauda dan Marvelin Yohana Sentoso, Nicky Astria serta kelompok Swara Kania.
Menurut Dada, musik merupakan bahasa nurani yang menghubungkan pemahaman dan pengertian antar manusia serta bahasa yang tidak memerlukan penterjemahan, karena memiliki hubungan yang erat dengan sifat-sifat kemanusiaan dengan karakteristiknya yang universal. Terlebih jika musik diramu dalam bentuk orchestra yang memberi kesan prestisius dan ekslusif, walaupun sesungguhnya dapat dinikmati semua kalangan tanpa memandang strata sosial, ekonomi dan pendidikan.
Mewujudkan mimpi Bandung memiliki gedung opera house, bukan sesuatu yang mustahil. Wacana ini dikatakannya, pernah dibicarakan dengan Rektor Unpad, Ganjar Kurnia. Di kawasan Sekeloa Jalan Dipatiukur, ada tanah milik Unpad seluas 10 ha dan milik Pemkot Bandung 3,5 Ha yang saat ini dihuni bangunan liar masyarakat.
Pemkot Bandung bersama Unpad, merencanakan akan menatanya. Dikawasan ini akan dibangun fasilitas kegiatan untuk Unpad. Sedangkan untuk masyarakat, akan dibuatkan rumah susun termasuk tempat usahanya. ”Lahan seluas 13,5 hektar ini, bisa juga kita manfaatkan untuk membangun gedung pertunjukan yang representatif seperti gedung opera house. Bahkan di Ujungberung, Pemkot telah membebaskan tanah seluas 4 hektar dari rencana 10 hektar,” tutur Dada.
”Januari 2008, kita akan semiloka dalam rangka Bandung kota seni dan budaya. Saya nanti akan meminta peranan Pak Wakil Gubernur Jawa Barat, yang kebetulan adalah artis dengan segudang pengetahuan dan pengalamannya di bidang seni dan budaya. -- Lahan seluas 4 hektar di Ujungberung ini, untuk apa. Apakah bisa kita mamfaatkan membangun gedung pagelaran seni yang besar dan kolosal seperti di daerah lain. Karenanya kita tidak ragu-ragu lagi melangkah, mewujudkan Bandung kota seni dan budaya, tidak bisa ditawar-tawar lagi. Karena saya sudah banyak ditagih oleh para seniman dan budayawan,”imbuhnya.
Seni dikatakan Wagub, adalah sesuatu yang bisa mempersatukan, menyatukan pendapat, pemikiran, ideologi dan juga menyatukan mimpi. Bandung dan Jawa Barat, adalah daerah yang memiliki banyak seni dan budaya, yang masyarakat didalamnya sangat mengapresiasi.. Dirinya melihat Jawa Barat, Kota Bandung isinya banyak orang-orang kreatif, penuh dengan kemampuan-kemampuan seni.
”Kalau dihitung-hitung, menurutnya, dari seluruh Indonesia yang bisa dikatakan artis, musisi, seniman jebolan Bandung dan Jawa Barat, adalah 70 %. Berarti potensi dan abakat-bakat seni Bandung dan Jawa Barat, sangat luar biasa. -- Tetapi ketika harus berurusan dengan industri, harus pindah ke Jakarta. Kami disini bersama Pak Dada, Ayi Vivananda, memiliki pemikiran, untuk keperluan industri, seniman dan musisi tidak harus pergi ke Jakarta,” ujarnya.
KEPALA BADAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
BULGAN ALAMIN



