Sumber BMKG
Ba -
du, g Huja- Seda ° C
"Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kota Bandung"

Setiap Warga Kota Bandung Harus Menjadi Potensi Ekonomi

Jumat, 23 November 2007, Sumber Disinkom, dibaca: 4.145 kali

Dalam mewujudkan sasaran pembangunan khususnya di bidang kemakmuran, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melakukan langkah terobosan melalui program bantuan peningkatan kemakmuran (PBPK) atau Bantuan Wali kota Khusus kemakmuran (Bawaku Makmur) dalam bentuk dana hibah. Kebijakan ini dimaksudkan sebagai salah satu upaya untuk memberikan daya ungkit terhadap peningkatan produktivitas ekonomi rakyat sehingga tercapai target Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) 11 % di Tahun 2008.

”Program Bawaku Makmur, tidak sekedar sebuah program pemberdayaan yang berbasis uang saja. Tetapi mencakup pembentukan karakter pelaku usaha, pembinaan pelaku usaham pembinaan kelangsungan usaha dan fasilitasi pemasaran produk yang dihasilkan,” kata Wali Kota Bandung H. Dada Rosada SH, M.Si dalam acara pembinaan teknis evaluasi program bantuan peningkatan kemakmuran (Bawaku makmur) sekaligus pencanangan gerakan Kewirausahaan, di halaman kampus STIE Dharma Negara Business and Informstie School (DNBS), Jalan Kebaktian-Kiaracondong Bandung, Rabu (21/11/07).

Acara dihadiri Rektor STIE DNBS, Dandim 0618/BS Bandung, sejumlah pejabat publik, ormas dan LPM. Ditandai pembacaan Deklarasi Gerakan Kewirausahaan oleh Wali Kota Bandung. Penyerahan penyaluran kredit permodalam dari BUMN mitra kerja pemerintah melalui Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL), simbolis dilakukan PKBL PT Perumnas Regional IV dan PKBL PT Jamsostek.

Lebih lanjut dikatakan wali kota, bagaimanapun juga, kontinuitas proteksi pemerintah terhadap masyarakat potensial di bidang ekonomi, harus dilakukan. hal ini menurutnya, karena Kota Bandung tengah mengejar target yang tidak kecil dan dan tidak ringan, yaitu mewujudkan Bandung Kota Jasa Bermartabat, dimana masyarakatnya memiliki kreativitas ekonomi yang kompetitif.

Konsekuensi dilaksanakannya Bawaku Makmur, dikatakan wali kota, Kota Bandung harus menyelamatkan aktivitas dan potensi masyarakat secara konsisten melalui berbagai cara. Diantaranya melalui pelatihan motovasi usaha, desain produk dan manajemen, yaitu pembinaan teknik. ”Untuk itu bintek harus menjadi sebuah pengkajian atas keadaan yang terjadi pada masyarakat, agar kemajuan yang diraih dapat memotivasi, mendorong penerima bantuan. Sebaliknya hambatan yang terjadi, perlu disikapi agar kelangsungan usaha dapat dipulihkan kembali yang pada gilirannya membentuk mentalitas usaha yang semakin tangguh,” tandasnya.

Wali kota berharap, pogram bantuan peningkatan kemakmuran tersebut, tidak sekedar bergulir menjadi program yang miskin out put, miskin hasil termasuk out put memberikan motivasi kepada masyarakat lain yang berminat untuk melakukan rintisan usahanya. ”Mengenai pencanangan Gerakan Kewirausahaan, Saya menilai, menjadi sebuah konstruksi penting yang harus diciptakan dalam rangka meraih target pertumbuhan ekonomi, sekaligus menjadikan Kota Bandung yang memiliki keunggulan kompetitif. Sebagaimana disebutkan, talenta atau bakat dalam bisnis yang rendah menjadi sebab lemahnya daya saing,” ujarnya.

Sebagai kota jasa, menurutnya, Kota Bandung harus mampu mewujudkan sebuah konsep one man one product, satu orang satu hasil. Artinya setiap warga Kota bandung harus menjadi potensi ekonomi yang mampu membangun ketahanan ekonomi bagi dirinya, untuk kemudian menopang ketahanan ekonomi kota secara keseluruhan.  

Asisten Ekbang Kesra, Drs. Ir. H. Taufik Rahman MH mengatakan, indikator keberhasilan pembangunan dapat dilihat melalui capaian undikator makro seperti Indek Pembangunan Manusia (IPM) dimana Kota Bandung di Tahun 2006, telah mencapai 77,50 poin. Terdiri dari indeks pengetahuan 89,26 poin, indeks kesehatan 79,28 dan indeks daya beli 63,99 poin. ”Secara faktual capaian IPM tersebut menggambarkan suatu kinerja Pemerintah Kota Bandung, berhasil dalam upaya meningkatkan kualitas SDM yang berilmu, terampil, sehat dan bermoral,” tuturnya.

Terkait dengan evaluasi yang akan dilaksanakan, dimana fokus kegiatan menitik beratkan pada aspek manfaat dalam optimalisasi penggunaan bantuan, dikatakan Taufik, dilakukan monotoring langsung ke lapangan serta penguatan aspek menejerial. Aspek ini meliputi manajemen keuangan, pemasaran, produksi dan manajemen SDM melalui bimbingan tejnis.

Bintek yang dikerjasamakan dengan STIE DNBS ini,  diikuti lebih 700 peserta, terdiri parafasilitator yaitu Kasi Ekbang di kelurahan dan kecamatan, unsur SKPD terkait dan masing-masing 4 orang UKM penerima Bawaku Makmur Tahap I dari 151 kelurahan.

Pada Tahun 2004, penyaluran PKBL  dari 12 BUMN ke Kota Bandung sebesar Rp. 4.579.500.000,00. Pada Tahun 2005 senesar Rp. 6.314.000.000,00 dari 13 BUMN. Tahun 2006 sebesar Rp. 7.330.000.000,00 dari 12 BUMN. Tahun 2007 sampai dengan Triwulan III mencapai Rp. RP. 6.670.753.810,00. Sehingga total mencapai Rp 24.894.253.810,00. (www.bandung.go.id)

Selasa, 23 Desember 2014
9:15:37

Statistik Pengunjung
Online: 181
Total: 15.580.004

Kabar Bandung

  • Gedung Padepokan Seni Mayang Sunda dapat dipergunakan untuk latihan, diskusi, saresehan, work shop, pertunjukan, dll. terbuka untuk masyarakat luas.
  • Gedung Padepokan Seni Mayang Sunda pada tahun 2013, akan menyelenggarakan pertunjukan aneka seni budaya setiap Malam Minggu, ( 36 kali pertunjukan, 5 kali seminar pembinaan latihan seni tradisional ketuk tilu), bagi yang berminat dapat bergabung mengikuti latihan di Gedung Padepokan Seni Mayang Sunda.
  • Pelayanan Pengaduan Masyarakat Kota Bandung bisa melalui telepon (022) 423 4793 atau melalui email diskominfo@bandung.go.id
  • Pemerintah Kota Bandung bekerjasama dengan DKM Masjid Al-Ukhuwah, melaksanakan pembinaan Rohani untuk seluruh Karyawan dan Karyawati Pemkot Bandung, rutin dilaksanakan setiap hari Rabu mulai pukul 07.30 - 09.00 WIB.