Lain-Lain

Pelepasan Peserta Diklat Kesemaptaan

<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman;

Sysadmin Sabtu, 13 Agustus 2016 09:35
Pelepasan Peserta Diklat Kesemaptaan
Pelepasan Peserta Diklat Kesemaptaan

Menghadapi perkembangan dan dinamika kehidupan masyarakat ke depan, tantangan tugas pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, tidak akan akan lebih ringan dari masa-masa lalu. Masa ini ditandai, semakin tingginya sikap kritis dan sosial kontrol masyarakat sehingga menuntut kemampuan aparat birokrasi untuk bisa mengantisipasinya secara proporsional.

Satu diantara paradigma daya saing birokrasi, menekankan pentingnya pelayanan yang memiliki nilai tertinggi di mata konsumen, yang terbentuk melalui komptensi intelektual, manajerial dan behavioral. Karenanya diklat kesemaptaan adalah merupakan satu upaya untuk meningkatkan kapasitas ketiga aspek ini, sekaligus sebagai bekal pegawai dalam melaksanakan tugas sesuai fungsinya masing-masing.

Hal ini ditandaskan Wali Kota Bandung, H Dada Rosada SH, M.Si dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda SH ketika melepas 82 orang peserta Diklat Kesemaptaan Non Polri, pada apel pagi mulai kerja, di Plaza Balaikota Bandung, Jalan Wastukancana 2, Selasa (18/11/08).

Penting untuk dipahami, demikian dikemukakan Dada, pelaksanaan pemerintahan daerah berdasarkan otonomi, menuntut kemandirian birokrasi agar bisa memberdayakan dirinya sendiri. Disisi lain, pemberdayaan birokrasi harus pula diikuti oleh pemberdayaan aparatur, agar mampu menerjemahkan dinamika lingkungan dan berimprofisasi terhadap tugas, wewenang dan tanggung jawabnya di lapangan.

“Saya berharap, Diklat Kesemaptaan ini akan memberikan bekal pengetahuan dan keahlian teknis bagi para PNS, guna mengawal jalannya proses pembangunan di Kota Bandung”, harap wali kota.

“Peserta diklat akan memiliki dasar pengalaman teoritis dan praktis untuk bisa menjalankan perannya secara profesional, sehingga dapat memberikan kontribusi bagi terciptanya penyelenggaraan pemerintahan yang efektif, efisien, rasional dan akuntabel. Saya percaya para PNS yang ditugaskan dalam diklat ini, adalah orang-orang terpilih sehingga dapat diproyeksikan pada tugas-tugas yang membutuhkan kemampuan pemikiran, ketrampilan dan perilaku simpatik,” imbuhnya.

Kepala Bidang Pengembangan Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bandung, Drs Hermana menuturkan, ke 82 peserta diklat merupakan pegawai Perusahaan Daerah (PD) Pasar Bermartabat sebanayak 53 orang dan dari Dinas Pemadam Kebakaran (Diskar) sebanyak 29 orang. Mereka nantinya akan ditugaskan di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Sedangkan fasilitator Diklat, dibantu Sekolah Polisi Negara Cisarua lembang Bandung Barat. Mereka akan mengikuti Diklat selama 12 hari, 13 s.d 30 Nopember 2008, bertempat di Sekolah Polisi Cisarua Jln Kol Masturi Nomor 110 Cisarua Bandung Barat.

Materi Diklat meliputi pengenalan lingkunagan dan test kesemamptaan jasmani, pembinaan kepribadian dan kesemaptaan, diantaranya beladiri Polri, tingkat dan borgol, outbonf. Juga diberikan pembinaan pengetahuan kepolisian (tugas, wewenang dan peran Pol PP di bidang Kamtibmas, Binkam Swakarsa), pelajaran hukum dan perundang-undangan (KUHP, KUHAP dan penegakkan Perda Kota Bandung.  Perbandingan pembelajaran, 30 % teori dan 70 % praktek lapangan.

 

BADAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

 

BULGAN ALAMIN